Kejar Modal Malaysia, Jabar Pajang Proyek Kertajati hingga LRT di SIBS ASEAN 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin kehilangan momentum dalam persaingan merebut investasi asing.

Kejar Modal Malaysia, Jabar Pajang Proyek Kertajati hingga LRT di SIBS ASEAN 2026
emerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin kehilangan momentum dalam persaingan merebut investasi asing. Melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung, 9-10 Juli 2026,/INILAHKORAN-Yuliantono

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin kehilangan momentum dalam persaingan merebut investasi asing. Melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung, 9-10 Juli 2026,

Jabar membawa sederet proyek strategis yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru, mulai dari pengembangan Kertajati, transportasi massal perkotaan, energi hijau, hingga pendidikan vokasi.

Langkah tersebut dilakukan di tengah semakin ketatnya kompetisi antarwilayah, dalam menarik investor global. Malaysia menjadi salah satu target utama, mengingat besarnya kontribusi investasi Negeri Jiran terhadap perekonomian Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Dedi Taufik mengatakan, SIBS Asean 2026 dimanfaatkan sebagai etalase peluang investasi yang siap ditawarkan kepada mitra internasional.

"Melalui SIBS 2026, Jawa Barat menghadirkan peluang investasi strategis pada sektor-sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dan siap dikembangkan bersama mitra internasional," ujar Dedi Taufik, Kamis (9/7/2026).

Data Pemprov Jabar menunjukkan, Malaysia masih menjadi salah satu investor paling agresif di Jawa Barat. Dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi yang masuk mencapai sekitar Rp44 triliun. Bahkan sepanjang 2025 saja, realisasi investasi Malaysia tercatat menembus Rp25,7 triliun.

investasi tersebut mengalir ke berbagai sektor strategis, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga jasa. 

Besarnya angka tersebut menjadi alasan kuat bagi Pemprov Jabar, untuk memperluas jejaring kerja sama ekonomi dengan pelaku usaha Malaysia.

Proyek yang paling menonjol adalah pengembangan Kertajati Aerospace Park dan Mixed Use Commercial Area. Kawasan ini dipersiapkan sebagai pusat industri kedirgantaraan, logistik, dan aktivitas komersial yang terintegrasi dengan Bandara Internasional Kertajati.

Pemprov Jabar juga menawarkan Grand Kertajati Aerocity Commercial and Industrial Area, kawasan industri dan bisnis terpadu yang menjadi bagian penting dari pengembangan Rebana Metropolitan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Jawa Barat sekaligus memperkuat daya tarik investasi di sekitar Kertajati.

Selain sektor industri, Jawa Barat turut membawa potensi investasi dari sektor ekonomi kreatif. Salah satunya melalui pengembangan Agate International sebagai perusahaan gim nasional yang telah menembus pasar global. Tak hanya itu, proyek film animasi "Super Neli The Movie: An Indonesia Story With Global Potential" juga dipromosikan untuk menjaring mitra strategis dan pendanaan internasional.

Pada sektor lingkungan dan energi berkelanjutan, Pemprov Jabar menawarkan proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Bendungan Sadawarna. Kedua proyek tersebut dinilai sejalan dengan tren investasi hijau yang kini menjadi perhatian investor global.

Sementara untuk mengatasi persoalan mobilitas perkotaan, Jawa Barat mempromosikan proyek Bandung Metropolitan Urban Railways dan LRT Kabupaten Bandung. Kehadiran transportasi berbasis rel itu diharapkan mampu mendukung pertumbuhan kawasan metropolitan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Di bidang sumber daya manusia, peluang investasi juga dibuka melalui pengembangan Politeknik Manufakturing Bandung Kampus Majalengka. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat pendidikan vokasi dan menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Dedi menegaskan, forum bisnis internasional tersebut bukan sekadar ajang promosi investasi, melainkan ruang untuk memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin antara Jawa Barat dan Malaysia.

"SIBS 2026 diharapkan menjadi sarana untuk mempererat kerja sama Jawa Barat dan Malaysia, khususnya di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, serta pengembangan sektor strategis lainnya," tuturnya.

Menurutnya, masuknya investasi baru akan memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah, mulai dari pembukaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, hingga percepatan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Membawa proyek-proyek bernilai strategis ke SIBS Asean 2026, Jabar menegaskan kepada investor internasional, tidak hanya menawarkan pasar besar, tetapi juga menyiapkan infrastruktur, kawasan industri, dan ekosistem bisnis yang siap tumbuh dalam jangka panjang.***


Editor : JakaPermana