Kemenangan Hati

SEPAK bola bukan cuma soal taktik di atas kertas, tapi juga tentang seberapa besar sebuah tim mau bertahan di saat tubuh mereka sudah berteriak minta ampun.

Kemenangan Hati
PERSIB.CO.ID

Oleh: Muhammad Ginanjar

Hal itulah yang dipertontonkan skuad Persib Bandung saat menantang Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (20/9) malam WIB.

Datang dengan kondisi fisik yang terkuras habis setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer demi melakoni tiga laga beruntun, anak-anak asuh Igor Tolic langsung diuji mentalnya.

Baru 13 menit laga berjalan, jala gawang Maung Bandung sudah bergetar akibat penalti Jose Antonio Ruiz Lopez.

Stadion bergemuruh, dan beban di pundak para pemain Persib terasa kian berat. Alih-alih tunduk pada rasa lelah dan tekanan tuan rumah, penggawa Pangeran Biru memilih bangkit.

Lewat ketenangan Thom Haye di menit ke-21 dan determinasi Uilliam Barros pada menit ke-55, Persib membalikkan keadaan menjadi 2-1.Memasuki 20 menit terakhir pertandingan, suasana di lapangan berubah menjadi drama perjuangan fisik. Sisa-sisa tenaga pemain Persib terkuras habis.

"Kami terasa berat saat berlari, kami terasa berat dalam bertahan," ungkap Igor Tolic dengan nada emosional usai laga.

Pelatih berusia 48 tahun itu tahu persis bahwa secara medis, mustahil bagi anak asuhnya untuk tetap segar bugar setelah jadwal yang begitu padat. Maka ketika peluit panjang berbunyi, rasa lega dan haru tak bisa disembunyikan.

Tolic langsung menghujani para pemainnya dengan pujian setinggi langit. Bagi pelatih asal Kroasia ini, kemenangan ini bukan sekadar taktik yang berhasil, melainkan kemenangan sebuah mentalitas.

Menariknya, apresiasi terbesar Tolic tidak hanya ditujukan kepada sebelas pemain pertama yang berlumpur di lapangan sejak awal.

Ia memberikan pelukan hangat yang sama bagi mereka yang turun dari bangku cadangan.

"Semua pujian untuk para pemain, mereka berjuang sampai akhir. Mereka yang masuk sebagai pengganti juga telah memberikan yang terbaik," kata Tolic bangga.

Tiga poin dari Jepara ini membawa Persib merangkak ke posisi enam klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan total enam poin.

Angka-angka di klasemen mungkin akan berubah esok hari, namun modal mentalitas baja dan kebersamaan yang ditempa dalam rasa lelah malam itu, akan menjadi pondasi yang tak ternilai bagi Persib mengarungi musim ini.

Hal senada diungkapkan sang kapten, Marc Klok. Dia memastikan tidak mudah menghadapi Persijap. Sebab Persib sebelumnya baru melakoni laga tandang melawan Persija di Jakarta dan FC Seoul di Korea Selatan.

“Kita ada perjalanan cukup jauh, jadwal sangat padat,” ujar Klok usai pertandingan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Persijap juga menjadi tim yang sulit dikalahkan pada musim sebelumnya. Dari dua pertemuan, Persib kalah 1-2 di Jepara dan imbang 0-0 saat bermain di Bandung.

“Jadi saya bangga dengan performa tim,” katanya.

Klok semakin bangga lantaran rekan-rekan setimnya terus menunjukan kerja kerasnya selama pertandingan berjalan. Sehingga kemenangan bisa didapatkan.

“Walaupun capek, walaupun jauh, walaupun fasilitas kurang, kita datang ke sini dengan sikap sangat baik, dengan kerja keras sangat baik, dan juga dengan permainan yang hebat. Skor 2-1 membuat saya happy. Ya, pada akhirnya saya sangat senang dengan ini,” ungkap Klok.

Setelah ini, Persib mendapatkan waktu istirahat panjang lantaran memasuki FIFA matchday. Pertandingan selanjutnya baru akan dimulai 8 Oktober 2026 melawan Port FC di laga perdana ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027.(bsf)


Editor : Inilahkoran