Kemenangan Jeje-Asep Sulit Terbantahkan, Sengketa Pilkada KBB Diyakini Sia-sia, Ini Alasannya...

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat memang belum menetapkan pasangan Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail, sebagai pemenang kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) 2024.

Kemenangan Jeje-Asep Sulit Terbantahkan, Sengketa Pilkada KBB Diyakini Sia-sia, Ini Alasannya...
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat memang belum menetapkan pasangan Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail, sebagai pemenang kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) 2024.

INILAHKORAN, Bandung Barat - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat memang belum menetapkan pasangan Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail, sebagai pemenang kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) 2024.

Sebab masih menanti keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), terkait sengketa atau pengajuan gugatan oleh pasangan Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat.

Namun, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (MEDIAN) Rico Marbun menilai, pengajuan sengketa tersebut adalah langkah sia-sia.

Kemenangan Jeje-Asep kata Rico, sulit terbantahkan. Sebab, pada survei terakhir yang dilakukan MEDIAN pada Oktober-November 2024 lalu, suara mereka memang paling tinggi.

Peluang kemenangan pasangan Hengky-Ade diakui Rico sulit tercapai, bila merujuk dari dua riset terakhir yang dilakukan MEDIAN. Bahkan muncul tren penurunan elektabilitas.

"Kami melakukan dua kali riset. Hasilnya, pasangan Hengky-Ade pada awal Oktober 2024 sudah disalip oleh pasangan Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail," ujar Rico dalam keterangannya, Sabtu 11 Januari 2025. 

Data survei MEDIAN menunjukkan, pasangan Jeje Ritchie-Asep mengalami lonjakan elektabilitas yang signifikan. 

Pada awal Oktober 2024, elektabilitas mereka berada di posisi ketiga dengan angka 20,4 persen. Namun terang Rico, pada November 2024, elektabilitas mereka melonjak menjadi 28,3 persen, menjadikan mereka unggul dibandingkan pesaing lainnya.  

“Secara alami, memang Jeje Ritchie dan Asep Ismail unggul dari Hengky Kurniawan. Tren ini sejalan dengan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap petahana,” imbuh Rico.  

Rico menjelaskan, tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja Hengky Kurniawan sebagai petahana terus meningkat, dari 34 persen menjadi 37,1 persen. Selain itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Hengky hanya berkisar 40 persen, angka yang dianggap terlalu rendah untuk mempertahankan kepercayaan publik.  

"Angka-angka ini menunjukkan bahwa preferensi masyarakat terhadap petahana tidak cukup besar, sehingga peluang pasangan Hengky-Ade untuk memenangkan gugatan menjadi kecil," jelasnya.  

Lebih lanjut, Rico juga menyoroti bahwa tiga kandidat lainnya dalam Pilkada KBB tidak mengajukan gugatan ke MK dan menerima hasil pemilihan dengan baik. 

Bahkan, beberapa pihak sudah memberikan ucapan selamat kepada pasangan Jeje Ritchie dan Asep Ismail sebagai pemenang Pilkada KBB.  

"Fakta bahwa sebagian besar kontestan menerima hasil Pilkada ini menunjukkan bahwa proses pemilihan di Bandung Barat dapat diterima secara luas," kata Rico.  

Sebagai informasi, pasangan Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat resmi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Mereka menilai, proses pemilihan Bupati Bandung Barat tidak berlangsung jujur dan adil. Namun, dengan data riset dan hasil perolehan suara riil di KPU, yang menunjukkan kemenangan pasangan Jeje Ritchie dan Asep Ismail memperoleh suara terbanyak di Pilkada Kabupaten Bandung Barat.


Editor : JakaPermana