Kemendukbangga Targetkan 1 Juta Anak Tersentuh Program Genting pada 2025

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menargetkan satu juta orang anak menjadi penerima program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) pada 2025 ini.

Kemendukbangga Targetkan 1 Juta Anak Tersentuh Program  Genting pada 2025
Mendukbangga/Kepala BKKBN

INILAHKORAN,Soreang - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menargetkan satu juta orang anak menjadi penerima program Gerakan Orang Tua Cegah stunting (Genting) pada 2025 ini. Sedangkan hingga saat ini sebagai langkah percepatan,  program Genting sudah mencapai 229 ribu orang anak di Indonesia.

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji mengatakan, pihaknya bersama para penyuluh lapangan selalu berjuang bekerja keras untuk meningkatkan kinerja dalam upaya mencapai target percepatan. Dimana target-target percepatan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Sebanyak 2.050 penyuluh dari perwakilan Kemendukbangga/BKKBN yang berjuang di lapangan kami kumpulkan. Tujuannya untuk menyamakan persepsi, tugas berat menanti,karena dengan adanya perubahan perilaku dan pencegahan. Ini memerlukan tenaga atau energi yang ekstra" kata Wihaji saat Retret Jambore Bangga Kencana di Emte Highland, Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu 13 Juli 2025.

Menurur Wihaji, setiap percepatan atau quick wins  selalu  berproses dengan target terukur. Kata dia,  gambaran lain akan target quick wins itu, yakni mengoptimalkan potensi sekitar 10 ribu Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Saat ini, pihaknya telah mendapatkan sekitar 3 ribu Tamasya. 

"Quick wins lainnya, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Lansia Berdaya, Super Apps tentang Keluarga. Dalam retret, berlaku orientasi kembali akan kedisplinan para penyuluh, beroleh penjelasan menyeluruh atas pengubahan nomenklatur dari badan menjadi kementerian, juga deliver (pengarahan) quick wins," ujarnya 

Wihaji menjelaskan, retret dan jambore itu pun menjadi bagian memperingati Hari Keluarga Nasional. Total, sebanyak 2.146 peserta, terdiri atas penyuluh KB dan ASN non-penyuluh KB Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN jawa barat megikuti retret dan jambore pada 10-12 Juli 2025. 

Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN jawa barat menghadirkan instruktur dari Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Para peserta diikutsertakan dalam skenario pelatihan berstandar tinggi selama 20 jam pelajaran. 

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN jawa barat Dadi Ahmad Roswandi menambahkan, para peserta turut mengikuti penggemblengan ketahanan fisik dan mental. Kesiapan itu penting untuk mempercepat pencapaian program prioritas. 

"Kami ingin, semua pegawai Kemendukbangga/BKKBN siap lahir dan batin untuk melakukan akselerasi program. Perihal itu, dibutuhkan ketahanan fisik maupun mental sekaligus membangun jiwa korsa dan meningkatkan kedisplinan seluruh pegawai,"katanyam

Dadi merasa optimistis, jajarannya mampu mengimplementasikan ritme dalam pelatihan ke kinerja dan kedisplinan saat menjalankan tugas. Dengan demikian, target menjadikan jawa barat sebagai provinsi dengan kinerja terbaik Bangga Kencana di Indonesia bisa terwujud.(rd dani r nugraha)


Editor : Ahmad Sayuti