Keracunan di SDN Gandasari, Disdik KBB: 5 Anak Dalam Penanganan

Disdik KBB mencatat lima orang anak mendapatkan penganan medis dalam kasus dugaan keracunan di SDN Gandasari Sindangkerta

Keracunan di SDN Gandasari, Disdik KBB: 5 Anak Dalam Penanganan

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membenarkan adanya kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa di SDN Gandasari, di Kampung Bojongmareme, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 25 Juni 2024.

Berdasarkan data yang dihimpun Disdik KBB tercatat ada 5 orang dari kelas 1, kelas 3 dan kelas 5 yang mengalami gejala diare dan muntah. Sekarang, ada 2 orang yang ditangani pihak Puskesmas Sindakerta.

"Kan jajannya macam-macam, jadi sekarang itu lagi diperiksa di laboratorium oleh puskesmas anak dua orang," kata Kepala Bidang SD, Wawan Hernawan saat dihubungi, Selasa 25 Juni 2024.

"Tiga orang lainnya mengalami diare dan saya sudah sarankan untuk ke puskesmas," ucapnya.

"Dugaan keracunannya dari makanan jajanan. Tapi jajannya kan anak-anak macam-macam. Nah sekarang lagi diperiksa jenis makanannya apa," sambungnya.

Terpisah, Kepala SDN Gandasari, Nia Sumiati menambahkan, saat ini baru 5 orang yang mendapatkan penanganan medis. Tiga orang diantaranya sudah mendapatkan penanganan dr. Yoga dan dua orang lainnya sudah diminta untuk datang ke puskesmas.

"Kalau yang lain sedang didata dulu, belum ada data yang lainnya, baru ini," katanya.

Nia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, para siswa mengalami muntah-muntah dan diare mulai pukul 01.00-03.00 WIB dini hari.

"Kan kemarin makan di sekolah jam 12.00 WIB siang, kemudian diarenya terasa pukul 03.00 WIB, ini yang dikeluhkan tiga orang tadi," ucapnya.

"Kalau pengakuan ibu yang di sini (sekolah) katanya dari ayam goreng tepung. Tapi kita masih menunggu hasil cek laboratorium," ucapnya.

Kepala Puskesmas Sindangkerta, Dini Silvia membenarkan adanya sejumlah anak yang mengalami gejala mual, muntah, diare dan lain sebagainya.

"Petugas saya sudah di sana, cuman barusan saya nelp pak kades katanya masih didata siapa saja yang terdampak," kata Dini saat dihubungi, Selasa 25 Juni 2024.

"Laporan yang masuk ke kita tadi pukul 10.00 WIB dan ini masih terus berdatangan," ucapnya.

Dini menyebut, para siswa yang diduga mengalami mengalami keracunan itu kemarin sempat dikasih ayam goreng tepung dalam acara Samen di SDN Gandasari.

"Tadi yang datang ke puskesmas ada beberapa orang, cuman kita belum tahu jumlah pastinya," sebutnya.

Meski begitu, Dini memastikan belum ada siswa yang dirawat di Puskesmas Sindakerta. Namun, ada seorang anak kecil yang terpaksa harus dirujuk ke RSUD Cililin.

"Hanya saja tadi yang bersangkutan dibawa ke dokter swasta. Nah, kita sedang mendata," ucapnya.***


Editor : Ahmad Sayuti