Keren.. Kota Bogor Kinerja Terbaik Penanganan Stunting, Banyak Daerah Ingin Belajar
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan bahwa kabupaten dan kota juara dalam penurunan angka stunting di Indonesia ingin belajar ke Kota Bogor yang menjadi kota dengan kinerja terbaik penanganan stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan bahwa kabupaten dan kota juara dalam penurunan angka stunting di Indonesia ingin belajar ke Kota Bogor yang menjadi kota dengan kinerja terbaik penanganan stunting.
Hal itu diungkapkan Jenal dalam acara apresiasi percepatan pencegahan dan penurunan stunting Kota Bogor tahun 2025 di Istana Ballroom Hotel Salak, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu 3 Desember 2025.
"Kegiatan ini sharing session diskusi santai tapi hasilnya dalam dua bulan ini Kota Bogor sudah mendapatkan penghargaan berkat kolaborasi semua pihak. Kemarin kita diundang Pemprov Jawa Barat berkat inovasi dalam penanganan stunting yang merupakan kerja keras bapak ibu sekalian," ungkap Jenal.
Menurut Jenal, dua minggu lalu dari Kemendagri, Kota Bogor mendapatkan penghargaan kota kinerja terbaik penanganan stunting di Seluruh Indonesia.
"Penghargaan bareng dengan Kabupaten Maros dan Kota Bojonegoro. Juara nasional dua wilayah itu, dapat fiskal Rp5 miliar dari Presiden RI. Saya ekspose memperjelas dan menjelaskan program stunting di Kota Bogor, dua wilayah itu balik bertanya boleh belajar tidak ke Kota Bogor. Padahal mereka juara, ini kan luar biasa," jelasnya.
Jenal menerangkan, SSG dan SSI yang merupakan rujukan survey stunting, ternyata berbeda jauh angkanyaa dengan bulan penimbangan balita.
"Saya tegaskan Kota Bogor tidak berpengaruh data survey, tapi kami punya pasukan yang terjun langsung, bisa terjun ke wilayah menangani dan mendampingi anak-anak stunting. Calon penggantin juga kami lakukan edukasi," terangnya.
Jenal menjelaskan, beberapa hari lalu dibuat MoU seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), itu menjadi komitmen semua bahwa sebagian rejeki Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat berarti untuk penurunan stunting.
"Stunting ini permasalahan serius yang harus ditangani, karena masa depan bangsa di tangan mereka generasi mendatang. Generasi emas, harapannya kondisi tubuh ideal, otak yang cerdas, fisik yang kuat dan Indonesia meraih generasi emas 2045. Maka sejarah di Kota Bogor dibawah Kepemimpinan Dedie-Jenal para ASN kembali membuat komitmen kami ubah dalam kemasan aplikasi Besti, untuk bebas stunting. ASN sangat komitmen, ada yang menyumbang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Selama enam bulan kami ujicoba," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

