Kesbangpol Kota Bandung Catat 230 Ormas, Siapkan Pendataan Ulang

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung menyampaikan, rencana pendataan ulang organisasi masyarakat (ormas)

Kesbangpol Kota Bandung Catat 230 Ormas, Siapkan Pendataan Ulang
Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Andri Darusman

INILAHKORAN.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung menyampaikan, rencana pendataan ulang organisasi masyarakat (ormas) yang tercatat di wilayah tersebut memastikan keaktifan dan validitas data organisasi yang ada.

Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Andri Darusman mengatakan, saat ini terdapat sekitar 230 organisasi masyarakat yang telah terdata di instansinya. Namun, jumlah tersebut masih bersifat dinamis karena tidak semua ormas wajib melakukan pendaftaran.

“Jumlah organisasi masyarakat yang tercatat di Kesbangpol Kota Bandung saat ini ada sekitar 230 organisasi. Ke depan, kami ingin mengadakan silaturahmi sekaligus pendataan ulang untuk memastikan organisasi-organisasi tersebut masih aktif dan berjalan,” kata Andri Darusman, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pendataan ulang menjadi penting memastikan ormas yang tercatat benar-benar masih aktif serta dapat terlibat dalam berbagai program pemerintah. Terutama yang berkaitan dengan pengajuan bantuan atau hibah.

Dia menjelaskan, meskipun tidak semua ormas wajib mendaftar ke Kesbangpol. Organisasi yang ingin mendapatkan dukungan pemerintah, tetap harus memiliki data resmi yang tercatat.

“Seluruh organisasi yang tercatat memiliki data di Kesbangpol. Namun kemungkinan masih ada organisasi yang belum mendaftarkan diri karena pendaftaran tidak bersifat wajib. Meski demikian, apabila organisasi membutuhkan dukungan pemerintah seperti pengajuan hibah dan sebagainya. Maka mereka harus terlebih dahulu terdaftar di Kesbangpol,” ucapnya.

Selain pendataan ulang, pemerintah kota juga merencanakan kegiatan jambore organisasi masyarakat sebagai upaya mempererat hubungan antarormas di kota tersebut. Kegiatan itu, diharapkan dapat membangun sinergi dan mengurangi potensi gesekan antarorganisasi.

“Ke depan, kami juga memiliki gagasan mengadakan jambore organisasi masyarakat agar menjadi daya tarik dan mempererat hubungan antarorganisasi di Kota Bandung,” ujar dia.

Dia menegaskan, penguatan komunikasi antarormas menjadi salah satu kunci dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung terutama menjelang tahapan pemilu. Pihaknya berharap, ormas dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial bukan menjadi sumber perpecahan.

“Hal tersebut penting untuk menjaga kondusivitas kota, terutama menjelang tahapan pemilu berikutnya. Kami ingin Bandung tetap aman dan nyaman, karena salah satu kekuatan ekonomi Bandung berasal dari sektor wisata dan kunjungan masyarakat,” jelasnya.

Andri juga menyoroti pentingnya cara penyampaian aspirasi masyarakat yang lebih kondusif. Aspirasi tidak harus selalu disampaikan melalui demonstrasi, tetapi dapat melalui dialog dan komunikasi yang lebih terstruktur.

“Saya juga menyampaikan, aspirasi masyarakat sebaiknya tidak selalu dilakukan melalui demonstrasi. Aspirasi dapat disampaikan dengan cara-cara yang lebih baik dan kondusif,” ujar dia.

Dia mencontohkan pendekatan di daerah lain yang dinilai mampu menjaga keseimbangan, antara penyampaian aspirasi dan ketertiban umum. Seperti di Pangandaran di mana dialog antara masyarakat, dan pemimpin daerah tetap berjalan tanpa mengganggu suasana kondusif.

Tujuan utama dari berbagai langkah tersebut kata Andri, adalah menjaga Kota Bandung tetap aman, nyaman dan menarik bagi wisatawan maupun investor. Dia menegaskan, stabilitas kota menjadi faktor penting bagi keberlanjutan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Tujuan utamanya adalah menjaga kondusivitas Kota Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman dikunjungi dan dihuni. Keunggulan Kota Bandung juga terletak pada faktor lingkungan dan cuaca yang relatif sejuk dibandingkan daerah lain, sehingga perlu dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat," tandasnya.***


Editor : JakaPermana