Ketika Pemberdayaan Jadi Pengalaman Berharga bagi Usaha Ultra Mikro
Program Mekaarpreneur dari PT PNM dinilai relevan bagi pembinaan pengusaha ultra mikro untuk naik kelas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di tengah pembahasan mengenai akses pembiayaan bagi usaha Ultra Mikro, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni modal bukan satu-satunya kebutuhan untuk bertumbuh.
Banyak usaha rumah tangga memiliki daya juang tinggi, produk potensial, hingga pasar yang terbuka. Namun tanpa akses pengetahuan, jejaring, rasa percaya diri, dan pendampingan yang tepat, usaha mereka kerap berjalan di tempat.
Hal inilah yang membuat program Mekaarpreneur dari PT permodalan Nasional Madani (PNM) dinilai relevan. Program tersebut tidak hanya berbicara soal pembiayaan, tetapi juga bagaimana pengusaha Ultra Mikro didampingi agar mampu naik kelas melalui proses inkubasi bisnis yang lebih terarah.
Melalui program ini, para pelaku usaha mendapatkan kesempatan belajar mulai dari penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga cara melihat peluang pasar secara lebih luas. Pendampingan tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai daerah.
Salah satu nasabah yang merasakan manfaat program itu adalah Yuliana Dewi Putri. Pemilik produk Herbal Drink Putri tersebut mengaku usahanya semakin berkembang setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur. Bahkan, ia berhasil menjadi Juara 1 Mekaarpreneur lingkup Bekasi-Jakarta.
“Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok,” ujar Yuliana dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Tak hanya Yuliana, di berbagai wilayah lain para nasabah PNM Mekaar juga mulai menunjukkan perkembangan kemampuan dan pengetahuan usaha yang signifikan. Sejumlah di antaranya bahkan berhasil keluar sebagai juara dalam kompetisi Mekaarpreneur.
Pencapaian tersebut disebut bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol perubahan cara pandang para pelaku usaha Ultra Mikro. Mereka mendapatkan pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak pernah terbayangkan, mulai dari belajar mempresentasikan usaha, memahami strategi bisnis, membangun branding, hingga berinteraksi dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih profesional.
Bagi banyak pengusaha Ultra Mikro, pengalaman seperti ini dinilai memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan. Pendampingan membuat mereka merasa bahwa usahanya layak diperjuangkan.
Mereka pun tidak lagi berjalan sendiri. Ada ruang belajar, ada pihak yang percaya, dan ada kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Realitas di lapangan menunjukkan tantangan pengusaha Ultra Mikro tidak berhenti pada keterbatasan modal. Banyak dari mereka masih menghadapi persoalan mendasar seperti kurangnya literasi bisnis, akses pasar yang terbatas, belum memahami pengelolaan keuangan, hingga minimnya keberanian untuk mengembangkan usaha.
Tidak sedikit pula pelaku usaha yang sebenarnya memiliki produk berkualitas, tetapi belum mengetahui cara mengemas dan memasarkannya agar memiliki nilai tambah di pasar.
Karena itu, pendekatan pemberdayaan menjadi sangat penting. Pembiayaan memang menjadi pintu masuk, tetapi pendampingan disebut menjadi jembatan menuju keberlanjutan usaha.
Ketika nasabah PNM Mekaar diberikan akses terhadap pelatihan, mentoring, jejaring, dan pengalaman baru, mereka dinilai tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program Mekaarpreneur yang dijalankan PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan yang menyentuh aspek kapasitas diri dapat menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih kuat.
Editor : Ahmad Sayuti

