Ketika Petualangan Menemukan Makna Baru

NAMA baru membawa arah baru. Eiger Adventure Land kini menjadi Eiger Nature, destinasi yang ingin lebih dekat dengan alam dan masyarakat.

Ketika Petualangan Menemukan Makna Baru
BERUBAH WAJAH: Eiger Adventure Land mengubah wajahnya menjadi Eiger Nature. Wajah baru ini menjadi perjalanan pengembangan destinasi ekowisata Eiger di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Oleh: Reza Zurifwan

Hutan, pepohonan, dan jalur-jalur alam tetap menjadi bagian dari perjalanan. Namun, kini ada cara baru untuk memandang semuanya. Eiger Adventure Land di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berganti wajah menjadi Eiger Nature.

Perubahan itu bukan sekadar pergantian nama, melainkan penanda arah baru sebuah destinasi yang ingin membawa pengunjung lebih dekat dengan alam sekaligus memahami nilai yang hidup di dalamnya.

Hampir empat dekade Eiger tumbuh bersama kecintaan terhadap alam dan petualangan. Dari perjalanan panjang itu, Eiger Nature ingin melangkah lebih jauh: menjadikan petualangan bukan hanya soal datang, melihat, lalu pulang, tetapi juga pengalaman yang meninggalkan pengetahuan dan manfaat.

“Eiger Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang Eiger untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” kata Direktur EIGER Nature Imanuel Wirajaya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Bagi Imanuel, alam bukan sekadar latar tempat sebuah petualangan berlangsung. Ia adalah bagian dari cerita yang harus dijaga.

Karena itu, Eiger Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Ketiganya menjadi fondasi untuk menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, kehidupan budaya dan masyarakat, serta manfaat ekonomi.

Konsep itu kemudian diperluas menjadi 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment. Tujuh unsur tersebut menjadi dasar dalam merancang kawasan, program, hingga pengalaman yang ingin diberikan kepada pengunjung.

“Dengan pendekatan ini, Eiger Nature ingin memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik dan bermakna karena bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam,” tutur Imanuel.

(gin)


Editor : Inilahkoran