Komisi IV dan Wali Kota Minta Sekolah Pelaku Pembacokan Diberi Sanksi Tegas
DPRD dan Wali Kota meminta agar pihak sekolah memberikam sanksi tegas terhadap pelaku pembacokan yanf menewaskan siswa SMK tewas di Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Komisi IV DPRD Kota Bogor dan Wali Kota Bogor Bima Arya geram dengan adanya kejadian pembacokan yang menewaskan pelajar SMK Kota Bogor yang ditebas saat hendak menyebrang jalan di simpang lampu merah Pomad Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara pada Jum'at Maret 2023lalu.
Komisi IV segera memanggil Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) wilayah II Jawa Barat yang menaungi SMA/SMK sederajat di Kota Bogor, bahkan diusulkan eksekutif dan legislatif kota hujan, agar pihak sekolah dari pelajar yang melakukan p3mbacokan terhadap AS siswa kelas X SMK Bima Warga Kota Bogor diberikan sanksi tegas.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengatakan, terjadi lagi seorang pelajar tewas sia-sia, jadi harus diusut tuntas dan tangkap pelaku pembacokan yang menyebabkan nyawa seorang pelajar melayang dengann cara tragis. Selain itu mendorong agar polisi tangkap juga dalangnya karena terindikasi ada keterlibatan pihak di luar sekolah yang memberikan doktrin pelajar untuk menjadi pembunuh.
"Mental pelajar yamg sedang mengarah pada pembunuh sadis, tidak layak lagi di sebut pelajar. Jangan gunakan pasal di bawah umur bagi pelajar yang sudah jelas membunuh dan menghilangkan nyawa orang lain dengan perencanaan, karena pelajar sebagai pelaku membawa senjata tajam (sajam)," ungkap Atty kepada wartawan pada Minggu 12 Maret 2023.
Atty melanjutkan, seharusnya jam sekolah dibatasi seperti zaman dahulu sekolah, supaya anak didik yang di sebut siswa/i termonitor orang tua. Saat ini pelajar menghabiskan waktu di luar lebih lama tanpa bisa di monitor sepenuhnya oleh guru, ini menjadi tanggung jawab bersama dan jangan sampai Kota Bogor mendpat stempel oknum pelajar sekaligus pembunuh karena kejadian seperti ini sering terulang kembali.
"Jika salah satu sekolah lebih banyak melahirkan pembunuh, lebih baik izin nya dicabut sebagai sanksi tegas dan pelaku pembunuh di jebloskan sebagai efek jera. Juga sebagai tolak ukur bagi pelajar yang menjadi pembunuh tidak ada tempat di Kota Bogor. Kota Bogor yang ramah anak, teryata hasil nya terbalik dari kenyataan," terang Atty.
Atty menjelaskan, dalam waktu dekat KCD wilayah II akan di minta tanggung jawabnya untuk memberikan sanksi kepada pihak sekolah, karena sudah gagal.
"Harapan saya kembalikan pendidikan SMA/SMK sederajat sebagai kewenagan pemerintah kota/kabupaten, bukan seperti sekarang kewenangan provinsi," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, siang setelah kejadian pembacokan simpang Pomad Kedung Halang dirinya sudah mendapatkan laporan.
"Ya sudah mendapatkan laporan, itu (korban) warga Kabupaten Bogor tetapi SMK-nya di Bogor Utara," ujar Bima.
Bima mengungkapkan kesedihan dan kekesalannya terkait dengan peristiwa penganiayaan yang merenggut korban jiwa tersebut. Atas kejadian itu, pihaknya meminta agar kejadian tersebut menjadi atensi bagi semuanya termasuk pembinaan terhadap sekolah.
"Saya terus terang geregetan karena SMA/SMK ini bukan kewenangan Wali Kota, kalau kewenangan kami pasti sudah ada sanksi keras terhadap SMK yang bersangkutan," terang Bima.
Meski begitu, Bima akan mengusulkan kepada KCD Wilayah II untuk memberikan sanksi sekeras-kerasnya, serta melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sekolah-sekokah yang dalam catatan ini terlihat aktif dalam tawuran.
"Saya mengusulkan sanksi sekeras mungkin, antara lain dengan tidak mengizinkan melakukan PPDB, menyetop bantuan, dan sebagainya," tuturnya.
Diketahui, Pelaku pembacokan terhadap pelajar SMK di Kota Bogor berhasil terekam kamera CCTV dan video rekaman dari dalam mobil. Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, pelaku yang berjumlah tiga orang itu berstatus masih pelajar. Adapun, ketiga pelaku berstatus pelajar diketahui berdasarkan pakaian yang digunakan mereka. Dalam rekaman CCTV, ketiga pelaku terlihat melintas menggunakan sepeda motor matic besar saat dan setelah melancarkan pembacokan. Mereka yang masih mengenakan pakaian seragam dengan ditutup sweater itu mengarah ke arah Warung Jambu Kota Bogor. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti


