Kompak Usulkan Peningkatan Ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur, Ini Alasan Tokoh Bogor
Walaupun status jalannya milik Kabupaten Bogor, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan akan mengusulkan peningkatan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur agar bisa dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Sukamakmur - Walaupun status jalannya milik Kabupaten Bogor, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan akan mengusulkan peningkatan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur agar bisa dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Iwan Setiawan menyebutkan, dikarenakan sesuai dengan UU Nomor 2 /2022 tentang jalan, Kementerian PUPR bisa mengintervensi peningkatan jalan desa maupun jalan kabupaten yang kemacetan lalu lintasnya sangat tinggi. Dia menilai, peningkatan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur di Bogor harus segera dilakukan.
Selain sebagai pendukung kawasan wisata di Bogor, Iwan Setiawan berpendapat dengan peningkatan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur itu bakal mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah.
"Peningkatan ruas Citeureup-Sukamakmur itu tidak hanya sebagai pendukung pertumbuhan objek wisata, tetapi juga pendapatan ekonomi masyarakat dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah. Hingga saya akan usulkan ke Kemenpupr untuk meningkatkan jalan di sana," ujar Iwan Setiawan kepada wartawan, Rabu, 3 Mei 2023.
Senada dengan itu, politisi Partai Golkar Jaro Ade sependapat dengan Plt Bupati Bogor tersebut, apalagi Kabupaten Bogor, tuturnya memililiki keterwakilan di Komisi V DPR RI yaitu Mulyadi.
"Jalan di Kecamatan Citeureup hingga Sukamakmur dan sekitarnya memang bisa diintervensi Kemenpupr, tinggal berkomunikasi dengan pak Mulyadi dan 8 anggota DPR RI lainnya dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogoe untuk bersama-sama kita perjuangkan," tutur Jaro Ade.
Ia menambahkan, kalaupun nanti tidak bisa dintervensi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu berharap juga bisa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), seperti yang dilakukan oleh Pemkab Cianjur.
"Jalan di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur menuju Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sudah bagus, Pemkab Bogor juga bisa kok menggunakan APBD kalau memang tidak bisa dintervensi oleh APBN," tambahnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi meminta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaam Umum Perumahan Rakyat (Kemenpupr) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengotimalkan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak.
"Keluar di Pintu Tol Citeuereup, Jagorawi ke arah Desa Pasir Mukti, warga yang ingin menuju Cipanas, Kabupaten Cianjur bisa melewati ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur. Saya minta Dirtjen Bina Marga Kemenpupr merevitalisasi ruas jalan alternatif tersebut agar kemacetan di Kawasan Puncak bisa terurai," pinta Mulyadi.
Salah satu anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra ini melanjutkan, bahwa banyak masyarakat yang tidak menggunakan ruasJalan Citeureup-Sukamakmur tersebut karena kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang.
"Masyarakat masih enggan menggunakan jalan alternatif tersebut karena selain kondisi jalan yang rusak juga dikarenakan sangat minim lampu penerangan jalan umum, mereka khawatir jadi korban kejahatan terutama di malam hari. Padahal, pemandangan di jalur tersebut sama-sama imdahnya seperti di Kawasan Puncak," lanjutnya.*** (reza zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani


