Kontraktor Proyek SPAM Gambung Lari dari Tanggung Jawab Perbaikan Kerusakan Jalan
Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan melakukan monitoring ke lokasi proyek pengerjaan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Gambung di Desa Malakasari Kecamatan Pasirjambu. Dari hasil monitoring tersebut, ditemukan sejumlah perbuatan tidak bertanggungjawab yang dilakukan kontraktor PT Minarta Hutama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan melakukan monitoring ke lokasi proyek pengerjaan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Gambung di Desa Malakasari Kecamatan Pasirjambu. Dari hasil monitoring tersebut, ditemukan sejumlah perbuatan tidak bertanggungjawab yang dilakukan kontraktor PT Minarta Hutama.
Gun Gun mengatakan, setelah pihaknya melakukan dengar pendapat dengan masyarakat dan juga para kepala desa yang daerahnya dilalui proyek SPAM Gambung. Saat dengar pendapat, muncul berbagai permasalahan yang tidak dituntaskan oleh kontraktor. Diantaranya kerusakan jalan akibat pipanisasi yang tidak diperbaiki dengan baik. Berbagai kompensasi yang dijanjikan pada warga dan pemerintah desa juga tidak dilaksanakan kontraktor.
"Banyak hal yang ditinggalkan kontraktor itu dan sudah menjadi temuan serta dilaporkan. Surat teguran sudah beberapa kali dilayangkan. Proses hukum terus berjalan dan dari pemerintah daerah juga tetap melakukan intervensi program pembangunan, sayang kalau dibiarkan karena ini dibangun dari anggaran pusat dan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat," kata Gun Gun di sela kunjungan di bendungan Cisondari Gambung, Senin (30/12/2019).
Dia menuturkan, keberadaan SPAM Gambung ini harus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang dilaluinya. Sehingga masyarakat sekitar juga akan merasa memiliki dan turut merawat dan menjaga keberadaannya. Termasuk menjaga kelestarian alam di daerah sekitar tangkapan air.
"Ada beberapa kesepakayan untuk desa desa yang dilalui sudah dikomunikasikan. Makanya selain PDAM, hadir juda dari Dinas PUTR dan Disperkimtan. Alhamdulilah sebagian sudah ada yang direalisasikan, seperti selama ini kan warga mengira ini air bersih padahal air baku. Makanya Disperkimtan akan menyediakan fasilitas air bersih untuk warga sekitar," ujarnya.
Berbagai program pembangunan untuk warga di desa desa yang dilalui SPAM Gambung, siap diluncurkan pada 2020 mendatang. Seperti perbaika infrastruktur jalan, penyediaan air bersih untuk warga dan juga berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya.
"Memang seharusnya kewajiban kontraktor untuk perbaikan kerusakan jalan itu. Tapi dari pada kita biarkan yah kita perbaiki, karena sayang sekali kalau dibiarkan. Apalagi daerah ini juga kedepannya bagus untuk di kembangkan jadi objek wisata," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Raharja Rudi Kusmayadi menambahkan saat ini SPAM Gambung sudah mulai beroperasi dengan 40%. Pengoperasian memang harus dilaksanakan bertahap. Pada 2 Februari 2020 mendatang, mulai beroperasi penuh dengan debit 200 liter perdetik.
Nantinya, air dari SPAM Gambung itu akan menambah sambungan ke wilayah Soreang kota, Katapang, Kopo hingga perbatasan Citarum. Kemudian pada 2021 perluasan sambungan ke seberang Citarum di antaranya ke Margahayu Kencana.
"Dengan adanya SPAM Gambung ini ada penambahan 35 ribu sambungan rumah. Saat ini sambungan rumah yang ada sebanyak 102 ribu sambungan rumah, jadi kalau ditambah SPAM Gambung itu sebanyak 137 ribu. Memang kalau dilihat dari jumlah penduduk Kab Bandung angka 35 ribu sambungan itu tidak signifikan cakupannya. Tapi lumayan juga dari 24% cakupan meningkat jadi 29-30%," ujarnya.
Rudi melanjutkan, pemanfaatan SPAM Gambung ini, 90% untuk perumahan penduduk. Selebihnya baru bisa dipergunakan untuk pelayanan industri. Diharapkan, dengan meningkatnya sambungan rumah akan berdampak juga pada derajat kesehatan masyarakat dan juga nilai aset rumah milik warga. (Dani R Nugraha)
Editor : Doni Ramdhani


