Korban Dugaan Keracunan MBG SPPG Bosowa Bina Insani menjadi 214, Penyebabnya Segera Diketahui

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat penambahan jumlah pasien atau korban  dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, Kecamatan Tanah Sareal mencapai 214 orang.

Korban Dugaan Keracunan MBG SPPG Bosowa Bina Insani menjadi 214, Penyebabnya Segera Diketahui

INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat penambahan jumlah pasien atau korban  dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, Kecamatan Tanah Sareal mencapai 214 orang.

"Kami sampaikan update penambahan kasus berdasarkan kegiatan PE di tanggal 10 Mei 2025. Korban yang terdata (penambahan) kemarin sebanyak 4 orang, sehingga total korban menjadi 214 orang," ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam keterangannya, Senin 12 Mei 2025.

Retno memaparkan, adapun rinciannya secara kumulatif terhitung mulai tanggal 7 Mei sampai 10 Mei 2025 yakni 40 orang menjalani rawat inap, 45 orang menjalani rawat jalan dan 129 orang lainnya mengalami keluhan ringan.

"Ya, jadi 40 korban yang masih menjalani rawat inap yaitu berada di RS Hermina 11 orang, RS Azra 4 orang, RS Islam 8 orang, RS EMC 2 orang, RS Graha Medika 2 orang, RS Juliana 2 orang, RS Mayapada 5 orang, RS Salak 2 orang, RS Siloam 1 orang dan RSUD Kota Bogor 3 orang. Yang masih berada di rumah sakit sebagai pasien rawat inap sebanyak 34 orang," paparnya.

Retno menjelaskan, untuk sebaran kasus berdasarkan sekolah, berasal dari sembilan sekolah yang telah melaporkan kejadian yaitu TK Bina Insani 25 orang, SD Bina Insani 10 orang, SMP Bina Insani 94 orang, SMA Bina Insani 1 orang, SDN Kukupu 3 8 orang, SDN Kedung Waringin 7 orang, SDN Kedung Jaya 1 16 orang, SDN Kedung Jaya 2 45 orang dan SMP Bina Graha 8 orang dari total 13 sekolah yang terdata.

"Kami sudah melakukan investigasi epidemiologis untuk mencari sumber kejadian, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait dalam upaya penanganan, pengambilan sampel, dan edukasi ke masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengalami keracunan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, Kota Bogor sejak Rabu 7 Mei 2025. Para korban jumlahnya terus bertambah dari awal yang hanya tercatat 36 orang. Dinas Kesehatan Kota Bogor sudah mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium dan menyerahkan hasilnya ke Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.


Editor : Ahmad Sayuti