Kota Bandung Genjot Kompos Pit, Klaim Serap 60 Ton Sampah per Hari

Pembangunan ribuan lubang kompos atau kompos pit di Kota Bandung, digencarkan sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.

Kota Bandung Genjot Kompos Pit, Klaim Serap 60 Ton Sampah per Hari
Pembangunan ribuan lubang kompos atau kompos pit di Kota Bandung, digencarkan sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.

INILAHKORAN.ID - Pembangunan ribuan lubang kompos atau kompos pit di Kota Bandung, digencarkan sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.

Namun di balik jumlahnya yang terus bertambah, efektivitasnya dalam menyerap sampah organik masih menjadi pertanyaan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat, hingga saat ini telah terdapat 1.473 unit kompos pit yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut, digadang-gadang mampu menyerap hingga 60 ton sampah organik per hari.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, keberadaan kompos pit menjadi bagian penting dalam strategi pengolahan sampah dari hulu. Upaya tersebut, diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang selama ini bergantung pada tempat pembuangan akhir.

kompos pit ini menjadi salah satu solusi pengolahan sampah organik di tingkat wilayah. Potensinya bisa menyerap hingga 60 ton per hari,” kata Darto, Rabu (29/4/2026).

Meski demikian, dia mengakui persoalan sampah di Kota Bandung belum sepenuhnya teratasi. Volume sampah yang masih tinggi menjadi tantangan besar, terlebih dengan rencana penutupan TPA Sarimukti dalam waktu dekat.

Saat ini, jumlah sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti masih berada di kisaran 1.100 ton per hari. Kondisi tersebut, menunjukkan pengolahan di tingkat lokal termasuk melalui kompos pit masih perlu dioptimalkan.

“Memang belum sepenuhnya selesai. Kita masih menghadapi tantangan besar, apalagi dengan rencana penutupan Sarimukti. Ini harus menjadi perhatian serius,” ucapnya.

Selain pembangunan kompos pit, pihaknya juga menjalankan berbagai program lain seperti Gaslah dan Sasapu yang digelar rutin setiap Minggu subuh. Kedua program, difokuskan pada pengurangan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Darto menambahkan, keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang disediakan pemerintah. Tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Perlu peran semua pihak, termasuk masyarakat untuk aktif memilah sampah agar beban ke TPA bisa terus ditekan,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana