Kritik Jokowi Lewat Lagu, Pengamen Cilik Ini Ngaku Diintrogasi Polisi atas Perintah Kapolri

Seorang siswi yang terkenal sebagai duo pengamen cilik mengaku didatangi dan diinterogasi oleh aparat kepolisian karena kritik Jokowi lewat lagu yang mereka nyanyikan.

Kritik Jokowi Lewat Lagu, Pengamen Cilik Ini Ngaku Diintrogasi Polisi atas Perintah Kapolri

INILAHKORAN - Seorang siswi yang terkenal sebagai duo pengamen cilik mengaku didatangi dan diinterogasi oleh aparat kepolisian. Hal ini disampaikan dalam sebuah video yang beredar luas di platform media sosial.

Dalam video yang diunggah di akun TikToknya @yapimnst, siswi tersebut menceritakan bahwa dirinya didatangi oleh sejumlah polisi yang menurut pengakuannya, datang atas perintah langsung dari Kapolri. 

Ia menjelaskan bahwa kedatangan polisi bukan karena dirinya terlibat dalam tindak kriminal, melainkan karena lagu yang dinyanyikannya dianggap menyinggung mantan Presiden ke-7 RI tersebut.

"Di sini kami jelaskan kami waktu itu didatangi dan diintrogasi bapak polisi bukan karena kasus kriminal atau mencuri tapi dikarenakan lagu kami (tentang Jokowi)," ujarnya.

siswi tersebut juga mengaku siap bertanggung jawab atas konten-konten yang dibuatnya apabila melanggar hukum.

Dia juga tak segan-segan memperlihatkan alamat tempat tinggalnya dalam video tersebut.

"Dan andaipun konten-konten kami ada yang melanggar hukum, sebagai warga negara yang baik kami siap untuk mempertanggungjawabkannya," katanya.

"Dan ini alamat kami, mungkin bapak Kapolri sudah tahu karena waktu itu pertama kali pak polisi datang menjemput mengintrogasi kami katanya atas perintah bapak kapolri," sambunganya

Duo siswi pengamen ini sebelumnya dikenal publik karena lagu-lagu mereka yang berani dan terang-terangan mengkritik kebijakan pemerintahan. 

Gaya bernyanyi mereka yang lugas dan vokal membuat banyak warganet menyamakan nasib mereka dengan grup SUKATANI, yang juga sempat menuai kontroversi karena kritik terhadap pemerintah.

Kasus ini pun menuai perhatian publik, terutama di jagat maya, karena menyangkut kebebasan berekspresi dan perlakuan aparat terhadap anak-anak yang menyuarakan pendapat melalui seni.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan interogasi atas perintah Kapolri seperti yang disebutkan dalam video tersebut. Publik menanti klarifikasi dan penjelasan yang lebih lanjut dari pihak berwenang.


Editor : Firda Rachmawati