Kunjungan Wisatawan ke KBB Capai 185.299, Arsan Latif Ungkap Permohonan Maaf, Ada Apa?

Sejumlah objek wisata yang berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi magnet yang dipilih wisatawan dari dalam dan luar kota untuk menghabiskan waktu libur Lebaran Idulfitri 2024.

Kunjungan Wisatawan ke KBB Capai 185.299, Arsan Latif Ungkap Permohonan Maaf, Ada Apa?
Foto kunjungan nwisatawan selama libur Lebaran di objek wisata KBB. Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah objek wisata yang berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi magnet yang dipilih wisatawan dari dalam dan luar kota untuk menghabiskan waktu libur lebaran Idulfitri 2024.

Hal itu dibuktikan dengan melonjaknya kunjungan wisatawan yang menyambangi sejumlah destinasi wisata yang ada di KBB pada libur Lebaran Idulfitri 2024. Terutama, di kawasan wisata Lembang.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak tanggal 5 hingga 15 April 2024 mencatat setidaknya ada 185.299 wisatawan yang berkunjung ke Bandung Barat pada momen libur Lebaran Idulfitri 2024.

"Angka tersebut berdasarkan sampel penghitungan dari 12 destinasi wisata yang ada di KBB," kata Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, Rabu 17 April 2024.

Menurutnya, kunjungan wisatawan ke Bandung Barat terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Alhamdulillah, liburan kali ini ada sekitar 185.299 wisatawan yang berkunjung ke Bandung Barat," tuturnya.

"Dari jumlah tersebut puncak kunjungan terjadi pada tanggal 13 April atau H+3 Idulfitri yang mencapai 38.062 wisatawan," sambungnya.

Arsan tak memungkiri, tingginya tingkat kunjungan wisatawan ini berdampak langsung pada volume kendaraan menuju kawasan wisata. Alhasil, terjadi kemacetan hampir di seluruh ruas jalan yang ada di sekitar kawasan wisata.

"Atas nama Pemerintah Daerah, Saya mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang telah turut berkontribusi dan terdampak langsung oleh aktifitas pariwisata yang terjadi sepanjang libur lebaran kali ini," ungkapnya.

Selain itu, sebut Arsan, tingginya tingkat kunjungan wisatawan ini juga akan berdampak pada meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi masuk obyek wisata.

"Termasuk pajak hotel dan restoran yang tingkat okupansinya bisa mencapai 94 persen," sebutnya.

Sebab, sambung Arsan, tak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk sekedar menginap, makan dan minum sambil menikmati suasana alam Bandung Barat.

"Meningkatnya PAD juga akan digunakan untuk pembangunan dan dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

"Tentunya untuk menopang meningkatnya roda perekonomian masyarakat," ucapnya.(Diskominfotik KBB)


Editor : Ahmad Sayuti