Kuota Jalur Afirmasi Tahap Dua SPMB 2025 Terisi, 2.675 Lolos dan Ditempatkan di SMP Negeri

Disdik Kota Bandung mengumumkan, hasil penempatan tahap dua jalur afirmasi rawan melanjutkan pendidikan (RMP) untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dalam proses sistem penerimaan murid baru SPMB 2025.

Kuota Jalur Afirmasi Tahap Dua SPMB 2025 Terisi, 2.675 Lolos dan Ditempatkan di SMP Negeri
Plt Kepala Disdik Kota Bandung Dani Nurahman menyampaikan, hasil penempatan tersebut diumumkan secara resmi melalui kanal YouTube Disdik dan dapat diakses oleh publik melalui laman spmb.bandung.go.id. (yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Disdik Kota Bandung mengumumkan, hasil penempatan tahap dua jalur afirmasi rawan melanjutkan pendidikan (RMP) untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dalam proses sistem penerimaan murid baru SPMB 2025.

Plt Kepala Disdik Kota Bandung Dani Nurahman menyampaikan, hasil penempatan tersebut diumumkan secara resmi melalui kanal YouTube Disdik dan dapat diakses oleh publik melalui laman spmb.bandung.go.id.

"Sebanyak 2.675 calon peserta didik dinyatakan lolos verifikasi dan telah ditempatkan di SMP Negeri. Proses seleksi ini sepenuhnya dilakukan oleh sistem, berdasarkan data dari Dapodik dan diverifikasi oleh sekolah asal serta divalidasi oleh sekolah tujuan," kata Dani Nurahman, Senin 26 Mei 2025.

Ia menambahkan, kuota jalur afirmasi RMP adalah sebesar 30 persen dari total daya tampung dengan 20 persen di antaranya telah digunakan pada tahap ini. Sementara 10 persen sisanya dialokasikan untuk proses pendataan lanjutan yang masih berlangsung.

Namun demikian, tidak semua calon peserta didik menerima penempatan ini. Tercatat 558 orang tua menolak penempatan dengan berbagai alasan dan sebanyak 572 calon murid tidak lolos validasi tahap dua oleh sekolah tujuan.

"Kami mengimbau agar calon murid yang telah ditempatkan, untuk melakukan daftar ulang pada tanggal 8-9 Juli 2025 melalui laman spmb.bandung.go.id," ucapnya.

Ketua Tim SPMB Kota Bandung Edy Suparjoto menegaskan, kuota yang belum terisi akan dialihkan ke jalur afirmasi RMP tahap pendataan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kuota 30 persen tetap terpenuhi.

"Bagi yang tidak lolos atau menolak penempatan tahap dua, masih dapat mengikuti proses pendataan lanjutan dan memilih jalur sesuai kebutuhan masing-masing, baik jalur RMP maupun lainnya," kata Edy Suparjoto.

Menurutnya, masyarakat dapat menghubungi help desk di sekolah negeri terdekat. Disediakan pula layanan konsultasi tatap muka terintegrasi bersama Disdukcapil, dan Dinas Sosial di kantor Disdik Kota Bandung.

"Selain itu, tersedia fitur chatbox 24 jam pada laman resmi SPMB untuk menjawab berbagai pertanyaan. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan dugaan kecurangan melalui formulir pelaporan di laman SPMB," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani