LAN Tekankan Manajemen Talenta Sejalan dengan Pengembangan Kompetensi Terintegrasi dan Berkelanjutan
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq menegaskan, manajemen talenta tidak dapat berjalan efektif tanpa didukung pengembangan kompetensi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq menegaskan, manajemen talenta tidak dapat berjalan efektif tanpa didukung pengembangan kompetensi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Untuk itu, LAN terus memperkuat ekosistem pembelajaran ASN melalui pengembangan desain pengembangan kompetensi, termasuk Corporate University yang menerapkan prinsip 70-20-10. Transformasi dalam pelaksanaan formal learning tetap menjadi kebutuhan, seiring dengan pengembangan inovasi seperti RPL serta integrasi hasil pemetaan kompetensi dengan program pengembangan kompetensi agar selaras dengan standar yang telah ditetapkan.
Upaya ini didukung kajian strategis LAN yang mendorong integrasi penilaian kompetensi dengan pelatihan kepemimpinan, sehingga terbangun model pengembangan kompetensi yang lebih harmonis, terarah, dan berbasis data.
Taufiq yang hadir melalui zoom meeting sebagai keynote speaker itu menekankan, penguatan kebijakan dan sistem pengembangan kompetensi merupakan fondasi penting untuk mempercepat pembangunan SDM aparatur yang unggul dan berdaya saing, sekaligus memastikan hasil penilaian kompetensi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam ekosistem manajemen talenta nasional.
"ASN yang kompeten akan menghasilkan birokrasi yang tangguh, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. LAN berkomitmen untuk terus mengambil peran sebagai center of excellence dalam memperkuat kapasitas birokrasi, menjembatani kebijakan dengan praktik terbaik, serta memastikan seluruh proses pembelajaran ASN berlangsung efektif, efisien, dan berkualitas," kata Taufiq saat seminar di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional (Pusjar SKTAN), Kamis 4 Desember 2025.
Sedangkan, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN Agus Sudrajat menegaskan percepatan transformasi sumber daya manusia aparatur sipil negara (SDM ASN) merupakan kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk menjawab tantangan nasional dan global.
Dia menyoroti birokrasi Indonesia menghadapi tantangan kompleks seperti disparitas kompetensi, digitalisasi yang belum merata, serta kesenjangan kualitas antardaerah. Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, fondasi utama yang harus diperkuat adalah manajemen talenta terintegrasi dengan sistem pengadaan dan pembinaan karier (bangkom), yang mampu menghasilkan ASN yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu bekerja lintas batas.
Menurutnya, pihaknya menekankan pentingnya implementasi Corporate University (Corpu) dan Talent Pool nasional sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan kompetensi ASN secara inklusif dan terukur.
Integrasi platform digital seperti SIASN, manajemen talenta, dan eLearning nasional diharapkan dapat mendemokratisasi akses pelatihan, memetakan kesenjangan kompetensi, serta memastikan mobilitas dan penempatan talenta yang objektif. Dengan komitmen seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, langkah ini akan membangun birokrasi yang berdampak, efisien, dan siap memimpin percepatan pembangunan nasional menuju 2045.
Sementara, Kepala Pusjar SKTAN Riyadi menyampaikan transformasi pengembangan kompetensi ASN membutuhkan model pembelajaran yang lebih personal, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
“Kebijakan ini tidak hanya memperkuat proses pelatihan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memastikan kesinambungan antara pengembangan kompetensi dan mobilitas talenta aparatur,” ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

