Langkah Ilmu Menyapa Pelosok Negeri

ILMU tak berhenti di ruang kelas. Para dosen UB membawa pengetahuan menuju pelosok negeri.

Langkah Ilmu Menyapa Pelosok Negeri
SEREMONI PELEPASAN: Para dosen Universitas Brawijaya (UB) mengikuti seremoni pelepasan sebagai Tim Ekspedisi Patriot 2026 di gedung rektorat kampus tersebut, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (22/7).

Di balik peta Indonesia yang terbentang luas, masih ada banyak kawasan yang membutuhkan sentuhan pengetahuan, pendampingan, dan inovasi agar potensi daerah dapat berkembang.

Dari ruang-ruang akademik, para dosen Universitas Brawijaya (UB) kini bersiap melangkah lebih jauh untuk menghadirkan kontribusi langsung bagi masyarakat.

Sebanyak 25 dosen dari berbagai fakultas UB akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi.

Mereka akan diberangkatkan menuju kawasan transmigrasi di Klamono dan Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, serta Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada 31 Juli 2026.

Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan ke wilayah baru. Para akademisi membawa misi untuk menggali persoalan, memetakan potensi, sekaligus mendampingi masyarakat dalam membangun kawasan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Universitas Brawijaya untuk Tim Ekspedisi Patriot 2026, Taufiq Ismail, mengatakan tim akan dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 20 dosen akan bertugas di Papua Barat Daya, sedangkan lima dosen lainnya ditempatkan di Sulawesi Barat.

“Tim yang akan diberangkatkan ini akan dibagi untuk dua lokasi utama, yakni 20 orang di Papua Barat Daya (Klamono dan Segun) dan lima orang di Sulawesi Barat (Mamuju),” ujar Taufiq di Gedung Rektorat UB, Kota Malang, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (22/7).

Para dosen yang terlibat berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Ilmu Budaya.

Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi modal untuk menjawab berbagai tantangan di kawasan transmigrasi yang tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga pangan, kesehatan, pendidikan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Tim Ekspedisi Patriot dirancang sebagai upaya riset, pengkajian, dan pendampingan untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi. Bagi UB, kehadiran para dosen di lapangan menjadi kesempatan untuk mengubah pengetahuan akademik menjadi solusi nyata.

Taufiq menjelaskan, sejumlah bidang akan menjadi fokus pengembangan, di antaranya pangan, pengelolaan hasil sumber daya, kesehatan, pendidikan, dan literasi masyarakat. (gin)


Editor : Inilahkoran