Langkah Minggu Membawa Rezeki Pulang

KERINGAT warga dan aroma kuliner berpadu di Tegar Beriman. CFD kini menjadi ruang olahraga sekaligus ladang transaksi bagi PKL.

Langkah Minggu Membawa Rezeki Pulang
EKONOMI RAKYAT: Pelaksanaan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman Kabupaten Bogor yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Minggu pagi di kawasan Tegar Beriman bukan hanya tentang sepatu olahraga dan aktivitas fisik. Ketika masyarakat mulai berdatangan, ruang publik itu perlahan berubah menjadi pasar kecil yang ramai oleh transaksi.

Ada makanan yang berpindah tangan, minuman yang disajikan, pakaian dan berbagai barang yang ditawarkan.

Di antara kerumunan warga yang berolahraga dan berkumpul, para Pedagang Kaki Lima (PKL) menemukan kesempatan untuk menambah penghasilan.

Car Free Day (CFD) Tegar Beriman Kabupaten Bogor yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto kini tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga. Setiap akhir pekan, keramaian warga turut menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Data Tim Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Bogor bersama perangkat daerah terkait menunjukkan geliat tersebut.

Pada Minggu, 6 September 2026, total omzet PKL dalam pelaksanaan CFD tercatat Rp112.096.500. Sepekan kemudian, Minggu (13/9), angka tersebut melonjak menjadi Rp179.323.500.

Ada selisih Rp67.227.000 hanya dalam waktu satu pekan. Jika dihitung secara persentase, perputaran omzet meningkat sekitar 60 persen.

Kenaikan juga terlihat dari rata-rata omzet yang diperoleh setiap pelaku usaha.

Pada 6 September, rata-rata omzet tercatat Rp737.477 per pelaku usaha. Angka tersebut meningkat menjadi Rp800.551 pada 13 September.

Kuliner menjadi penggerak terbesar. Pada 6 September, pedagang kuliner membukukan omzet Rp106.111.500 atau sekitar 93,5 persen dari keseluruhan omzet PKL.

Sepekan berikutnya, omzet sektor ini kembali meningkat menjadi Rp175.576.500, dengan kontribusi sekitar 92,1 persen.

Aroma makanan yang mengepul dari lapak-lapak dagangan menjadi bagian dari suasana CFD. Setelah berolahraga, warga memiliki pilihan untuk berhenti, membeli makanan atau sekadar menikmati suasana sebelum melanjutkan aktivitas.

Sektor non-kuliner juga ikut mengambil bagian, meski nilainya lebih kecil. Omzetnya tercatat Rp5.985.000 pada 6 September dan Rp3.747.000 pada 13 September. (gin)


Editor : Inilahkoran