Layanan Kesehatan Tanpa Batas

Layanan Kesehatan Tanpa Batas
PERLUAS AKSES: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memperluas jaminan akses layanan kesehatan lewat kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit.(ANTARA)

INILAH, Bandung - Sakit tidak mengenal batas wilayah. Bagi warga Jawa Barat, kini pintu layanan kesehatan pun diupayakan tidak berhenti di daerah tempat tinggal.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas akses layanan kesehatan melalui kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit negeri dan swasta.

Jaringan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan pengobatan, termasuk di sejumlah rumah sakit rujukan nasional di Jakarta, dengan perawatan kelas 3 tanpa biaya.

Kebijakan itu disepakati dalam pertemuan Pemprov Jabar bersama 27 pemerintah kabupaten/kota di Kota Depok, Rabu (7/10). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik dalam tiga tahun mendatang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penguatan sektor kesehatan menjadi salah satu agenda prioritas yang dijalankan secara terintegrasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

“Hari ini saya di Kota Depok. Kita berkumpul dengan para bupati dan wali kota se-Provinsi Jawa Barat, untuk melakukan percepatan langkah pembangunan infrastruktur, layanan di bidang kesehatan, layanan di bidang pendidikan, layanan percepatan pemerintahan agar efektif dalam tiga tahun ke depan,” ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Rabu (7/10).

Melalui jaringan layanan tersebut, masyarakat tidak lagi harus bergantung pada fasilitas kesehatan di daerah asal. Pasien dapat mengakses rumah sakit yang tergabung dalam kerja sama, baik di Jawa Barat maupun luar provinsi, sesuai kebutuhan pelayanan medis.

Yang menjadi perhatian adalah pembiayaan. Dedi memastikan pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan bagi pasien yang menjalani perawatan kelas 3 di rumah sakit mitra. “Nanti berobat ke seluruh rumah sakit ini asal di kelas 3. Dijamin pembayarannya,” ucapnya.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran