Menimbang Data Center di Jatiluhur: Investasi Jalan Lingkungan Aman
DATA center AI membawa investasi triliunan rupiah. Namun, lingkungan tetap menjadi pertimbangan utama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yuliantono
Investasi besar membawa janji pertumbuhan. Namun di Jatiluhur, Purwakarta, pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) juga membawa pertanyaan lain: seberapa besar air, energi, dan lingkungan harus menanggung bebannya? Pertanyaan itu kini menjadi bagian penting dalam pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek BDx AI Campus 2 (CGK4) yang bernilai sekitar Rp3,5 triliun.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kajian lingkungan proyek tersebut dengan melibatkan sejumlah pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).
Langkah ini ditempuh agar proses penilaian berjalan transparan, berbasis data ilmiah, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, para ahli yang dilibatkan memiliki kompetensi di bidang kecerdasan buatan, lingkungan, dan sumber daya air. Mereka akan memberikan kajian independen terhadap berbagai aspek pembangunan data center tersebut.
"Kalau ngomongin data center, enggak usah cemas. Amdal-nya bersikap objektif," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Rabu (7/10).
Dedi mengatakan identitas para pakar yang terlibat akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Dia memastikan proses penilaian dilakukan secara profesional dan tidak diarahkan untuk mempermudah investasi dengan mengabaikan pertimbangan lingkungan.
"Pakar-pakar itu berasal dari lulusan UI dan lulusan ITB. Nanti kami sampaikan juga nama-nama pakarnya dan nanti akan bekerja secara objektif," ucapnya.
Bagi pemerintah, keterlibatan akademisi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap keputusan terkait kelayakan lingkungan memiliki landasan ilmiah yang kuat.
Nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah, kata Dedi, tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan. Dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar harus ikut dihitung.
Pembahasan Amdal BDx AI Campus 2 sebelumnya digelar di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Senin (5/10).
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, investor, serta berbagai pemangku kepentingan.
Di antaranya Senior Artificial Intelligence Researcher BRIN Dini Fronitasari, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN Prof. Hilman Ferdinandus Pardede, Direktur Wilayah III BKPM Edy Junaedi Harahap, serta CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya.
Dari forum itu, empat isu utama mengemuka. Kebutuhan air, pasokan listrik, pengelolaan limbah, dan kontribusi investasi terhadap masyarakat setempat menjadi fokus kajian.
Keempatnya bukan persoalan kecil. Operasional data center berbasis AI membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar. Pada saat yang sama, aktivitas tersebut menghasilkan limbah yang harus dikelola sesuai standar lingkungan. (gin)
Editor : Inilahkoran

