Lima Fakta Menarik Jannik Sinner di Final French Open 2025, Nomor Dua Buka Sejarah 49 Tahun
Duel Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz memuncaki final French Open 2025 di sektor tunggal putra.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Paris – Duel Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz memuncaki final French Open 2025 di sektor tunggal putra.
Pertandingan final French Open 2025 di nomor tunggal putra antara Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz akan berlangsung di Roland Garros, Paris, Minggu 8 Juni 2025 ini.
Siapapun yang memenangkan duel Jannik Sinner vs Carlos Alcaras ini, dia layak menjadi pemain terbaik dunia. Saat ini, baik Jannik Sinner maupun Carlos Alcaraz memuncaki peringkat teratas ATP.
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz sudah 12 kali saling berhadapan. Keduanya mengoleksi tujuh gelar grand slam dan sama-sama pernah menjadi pemain nomor satu dunia.
Sedikitnya ada lima fakta penting bagi Jannik Sinner bisa tampil di final French Open kali ini. Apa saja?
1.Final delapan turnamen plus
Jannick Sinner adalah pemain pertama yang mencapai final di delapan turnamen atau lebih level ATP secara berturut-turut.
Terakhir, petenis yang mampu melakukan hal ini adalah Novak Djokovic, pemain yang dia kalahkan di semifinal French Open 2025 ini. Djokovic melakukannya pada 2015.
Dalam usia 23 tahun 282 hari, Jannik Sinner juga menjadi pemain termuda yang pernah mewujudkan prestasi tersebut dalam 43 tahun terakhir. Petenis terakhir yang pernah melakukannya adalah Ivan Lendl pada 1982.
2.Pertama dari Italia
Jannik Sinner merupakan pemain pertama asal Italia yang melaju ke final tunggal putera French Open dalam 49 tahun terakhir.
Sebelumnya, petenis Italia terakhir yang mampu melaju ke final French Open adalah Adriano Pranatta. Dia melakukannya pada tahun 1976 lalu.
3.Termuda ke tiga final grand slam beruntun
Dalam usia 23 tahun 282 hari, Jannik Sinner menjadi pemain termuda yang pernah melaju ke tiga final turnamen grand slam di sektor tunggal putera secara beruntun, dalam 31 tahun terakhir.
Jannik Sinner sebelumnya melaju ke final US Open 2024 dan Australian Open 2025. Di kedua turnamen lapangan keras itu, dia tampil sebagai juara.
Adapun petenis termuda yang secara keseluruhan yang lolos ke final tiga turnamen grand slam secara beruntun adalah Pete Sampras. Saat maju ke final Austraian Open 1994, usianya 22 tahun 158 hari. Sampras juga melaju ke final Wimbledon dan US Open 1993.
4.Peluang break point
Dalam menuju final French Open, Jannik Sinner tak pernah memberikan satupun peluang break point kepada Novak Djokovic, sejak menyelamatkan tiga match point di Piala Davis 2023.
Ia telah memainkan 40 game secara berturut-turut dengan servis melawannya sejak saat itu.
5.Pertama duel peringkat 1 vs 2
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz merupakan petenis peringkat satu dan dua dunia yang maju ke final turnamen grand slam untuk pertama kalinya sejak dalam 12 tahun.
Terakhir pemain peringkat satu dan dua dunia yang maju ke final turnamen grand slam adalah Novak Djokovic dan Rafael Nadal di US Open 2013.
Sedangkan petenis peringkat satu dan dua dunia yang maju ke final French Open terakhir kali terjadi pada tahun 1984, saat John McEnroe dan Ivan Lendl bertemu di partai penentuan. (*)
Editor : Zulfirman


