Lima Warga Bogor Khawatir Terjangkit Wabah Omicron, Ini Penyebabnya

Lima orang warga Kabupaten Bogor sempat khawatir terpapar wabah Covid-19 varian baru omicron, setelah keluarganya pegawai maskapai penerbang

Lima Warga Bogor Khawatir Terjangkit Wabah Omicron, Ini Penyebabnya
Lima orang warga Kabupaten Bogor sempat khawatir terpapar wabah Covid-19 varian baru omicron
 
 
 
INILAHKORAN-Lima orang warga Kabupaten Bogor sempat khawatir terpapar wabah Covid-19 varian baru omicron, setelah keluarganya yang merupakan pegawai maskapai penerbangan mengunjungi kediamannya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri.
 
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, pegawai maskapai penerbangan asal DKI Jakarta tersebut diketahui belum mengetahui dirinya terpapar wabah Covid-19 omicron ketika datang ke Kabupaten Bogor, dan baru mengetahui dirinya terpapar saat ia kembali ke DKI Jakarta.
 
"Alhamdulillah, setelah di swab test PCR. Lima orang yang masih satu keluarga di Desa Ciangsana, Gunung Putri menerima hasil penilitian Litbangkes yang menyatakan mereka negatif terpapar wabah Covid-19 omicron," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Burhanudin kepada wartawan, Senin, (10/01/2021).
 
 
Selain di Kecamatan Gunung Putri, ancaman penyebaran wabah Covid-19 omicron juga mengancam warga di Kawasan Puncak. Hal itu setelah diketahu bahwa warga Krukut, Tamansari, Jakarta yang terpapar wabah tersebut sempat berkunjung di Kawasan Puncak pada masa liburan natal dan tahun baru (Nataru).
 
Namun, kabar tersebut belum diketahui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor hingga mereka belum melakukan tracing dan testing kepada warga, pegawai jasa perhotelan, restoran  atau objek wisata yang sempat dikunjungi pasien Covid-19 omicron tersebut.
 
"Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor  belum mendapatkan notifikasi atau kabar kalau ada pasien Covid-19 omicron yang sempat berwisata di Kawasan Puncak pada masa liburan Nataru lalu, kalau ada kabar, maka kami baru melakukan tracing dan rapid test antigen atau swab test PCR," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana.
 
 
Ia menjelaskan, hingga kini, Bumi Tegar Beriman masih nol kasus wabah Covid-19 omicron, sebelumnya, pada Bulan Juli lalu, kasus penyebaran wabah Covid-19 varian delta banyak terjadi.
 
"Bulan Juli hingga Agustus lalu, kasus paling banyak di Kabupaten Bogor ialah penyebaran wabah Covid-19 varian delta. Dimana, banyak pasien Covid-19 yang meningggal dunia oleh karenanya. Kami menghimbau agar warga tetap ketat melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19)," jelasnya. (Reza Zurifwan)***


Editor : inilahkoran