Longsor Gunung Kuda Total Korban Tewas Mencapai 13 Orang
Polisi lakukan pemeriksaan terhadap pemilik tambang Galian Cyang ada di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Polisi lakukan pemeriksaan terhadap pemilik tambang Galian Cyang ada di gunung kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Adapun pemeriksaan dilakukan untuk, mengetahui izin galian tersebut.
“Si pemilik tambang sedang kita lakukan penyelidikan dan sudah kita mintai keterangan. Sudah dibawa ke Polresta Cirebon,” kata Kapolres Cirebon Kombes Pol Sumarni, Minggu (30/5/2025).
“Izin pertambangannya berakhir di bulan November 2025. Jadi izinnya lengkap,” sambungnya.
Sumarni mengatakan, tidak seluruhnya korban jiwa dalam kejadian ini, merupakan pekerja tambang. Ada beberapa warga sekitar yang turut menjadi korban.
"Ada juga warga masyarakat, kan tadi ada penjual es," katanya.
Sementara itu, jumah korban dalam insiden longsor di Galian C yang ada di gunung kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, tercatat ada 13 orang.
"12 terindentifikasi, satu masih belum teridentifikasi," ungkap Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, saat dikonfirmasi.
Untuk korban luka terdapat lima orang. Mereka saat ini mendapatkan perawatan di rumah sakit Sumber Hurip dan puskesmas terdekat.
"Luka-luka 5 Jiwa dibawa kerumah Sakit Sumber Hurip Kab Cirebon dan Puskesmas Terdekat," katanya.
Berikut data korban meninggal dunia :
1. Andri 41 Th. Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan Kab. Kuningan
2. Sukadi 48 Th Desa buntet Kecamatan Astanajapura Kab. Cirebon
3. Sanuri 47 Th Desa Semplo Kecamatan Palimanan Kab. Cirebon
4. Sukendra 51 Th Desa Girinata Kecamatan Dukupuntang Kab. Cirebon
5. Dedi Hirmawan 45 Th Desa Cimenyan Kab. Bandung
6. Sarwah 36 Th Kelurahan Kenanga Blok Pontas Kec.Sumber Kab. Cirebon
7. Rusjaya 48 Th Desa Beberan Blok Beberan Rt 02 Rw 01 Kec. Palimanan Kab. Cirebon
8. Rino Ahmadi 28 Th Desa Cikalahang Blok III Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon
9. Ikad Budiarso 47 Th Desa Budur Blok Karang Wangi Kec. Ciwaringin Kab. Cirebon
10. Toni 46 Th Desa Kepuh Blok Benggoi Kec. Palimanan Kab. Cirebon
11. Jamaludin 49 Th Desa Srengseng Blok Lurah Kec. Krangkeng Kab. Indaramayu
12. Wastoni Hamzah 25 Th Desa Srengseng Blok Lurah Kec. Krangkeng Kab. Indaramayu
13. 1 Jiwa Belum teridentifikasi
Untuk korban luka, berikut datanya :
1. Taryana (46 th) / L Kab. Indramayu
- Luka fraktur terbuka jari tangan di rujuk ke RS Sumber Hurip
2. Heri (35 Th) / L Ds. Mayung Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon
- Luka ringan di kepala , rawat jalan di Puskesmas Dukupuntang
3. Iwan Julianto (31 Th) / L Ds. Cipanas Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon
- Luka ringan bahu dan kaki penanganan rawat jalan di Puskesmas Dukupuntang
4. Andi / L
- Fraktur kaki kiri di rujuk RS Sumber Hurip
5. Evan Radiansyah (12 Th) Pabedilan
- Luka kaki kiri lutut kiri penanganan rawat jalan di Puskesmas Dukupuntang.
Terpisah Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono, mengatakan soal insiden longsor di Galian C yang ada di gunung kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, sudah diperingatkan beberapa kali.
"Ini adalah sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Kami dari Dinas ESDM sudah memperingatkan berkali-kali, poinnya adalah memperingati berkali-kali, dan sudah bahkan diperingatkan agak keras bahkan ibu Kapolres sudah melakukan police line sebelum kejadian longsor, tapi ya bandel. Dan sore hari ini saya tutup sementara dan nanti mungkin malam oleh pak gubernur akan ditutup permanen," katanya
Bambang menjelaskan, tambang tersebut beberapa kali di tutup dengan di beri garis polisi, namun kerap tidak mengindahkannya. Adapun peringatan yang diberikan, karena salahnya metode penambangannya.
"Ya kejadian seperti ini, metode penambangannya salah. Kita sudah peringatkan sejak Februari yang lalu," ucap dia.
"Harusnya dengan jenis batuan seperti ini, metode penambangan itu dari atas lakukan secara terasering, tidak dari bawah. Diperingatkan berkali-kali oleh inspektur tambang bahkan," katanya.***
Editor : JakaPermana

