Luncurkan KBS RW 14 Pasanggrahan, Pemkot Bidik 700 Titik Guna Tangani Sampah Kota Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengakui persoalan sampah di Kota Bandung sebagai hal serius yang harus segera ditangani. Terlebih, produksi sampah Kota Bandung terbilang relatif tinggi. Erwin menyebutkan, produksi sampah itu mencapai 1.496,3 ton per hari.

Luncurkan KBS RW 14 Pasanggrahan, Pemkot Bidik 700 Titik Guna Tangani Sampah Kota Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menjelaskan, sebaran KBS itu akan terus dilakukan. Hingga Desember 2025 nanti, pihaknya menargetkan bisa mendirikan 700 KBS se-Kota Bandung. Sejauh ini, diakuinya sudah ada 400an KBS yang sudah beroperasi. (doni ramdhani)

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengakui persoalan sampah di Kota Bandung sebagai hal serius yang harus segera ditangani. Terlebih, produksi sampah Kota Bandung terbilang relatif tinggi. Erwin menyebutkan, produksi sampah itu mencapai 1.496,3 ton per hari.

"Dengan hanya 140 rit yang dimiliki Kota Bandung untuk membuang sampah ke TPA Sarimukti, artinya ada sekitar 400an ton sampah yang tidak terbuang. Adanya KBS (kawasan bebas sampah) ini bisa menjadi alternatif solusi penanganan sampah," kata Erwin di sela peluncuran KBS RW 14 Pasanggrahan, Minggu 23 Maret 2025.

Dia menjelaskan, sebaran KBS itu akan terus dilakukan. Hingga Desember 2025 nanti, pihaknya menargetkan bisa mendirikan 700 KBS se-Kota Bandung. Sejauh ini, diakuinya sudah ada 400an KBS yang sudah beroperasi.

"KBS RW 14 Pasanggrahan ini merupakan contoh yang baik untuk ditiru. Apalagi, di Kelurahan Pasanggrahan yang terdiir dari 15 RW itu sudah ada 7 RW yang KBS. Nanti kita lombakan," ujar Erwin seraya menyebutkan pihaknya masih terus membersihkan tumpukan sampah di sejumlah lokasi.

Sementara itu, Ketua RW 14 Pasanggrahan Asep Saepudin mengaku siap membantu setiap program yang dicanangkan Pemkot Bandung. Terutama, penanganan sampah yang diakuinya menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan.

"Sampai sekarang, kita terus mengedukasi warga untuk bisa memilah sampah sejak dari rumah sendiri. Pemilahan sampah itu memudahkan petugas untuk mengangkut setiap sampah yang diproduksi rumah tangga," ucapnya.

Terkait jadwal pengangkutan sampah, setiap Senin dan Kamis petugas akan mengambil sampah basah/organik. Lalu, setiap Selasa dan Sabtu petugas akan menangkut sampah kering/anorganik. Di RW 14, ada sebanyak 383 kepala keluarga (KK) yang menghuni di dua perumahan berbeda.

Sedangkan, Mang Mardi dan Mas Pendi sebagai dua orang petugas kebersihan RW 14 mengaku keberadaan KBS RW 14 Pasanggrahan itu relatif sedikit mengurangi produksi sampah di Komplek Pasanggrahan Indah dan Cilengkrang City View 2.

"Alhamdulillah-nya, warga sekarang sudah mulai memilah sampah dari rumah. Jadi, itu memudahkan kita menjalankan tugas," kata Mang Mardi.


Editor : Doni Ramdhani