Lurah di Medan yang Didorong ke Parit Masih Pertimbangkan untuk Laporkan Warganya

lurah di Medan yang didorong hingga masuk ke parit oleh seorang warganya masih mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi.

Lurah di Medan yang Didorong ke Parit Masih Pertimbangkan untuk Laporkan Warganya
Lurah di Medan yang Didorong ke Parit Masih Pertimbangkan untuk Laporkan Warganya

INILAHKORAN - Sempat viral di media sosial, lurah di Medan yang didorong hingga masuk ke parit oleh seorang warganya masih mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi.

Dalam video yang diunggah di Instagram memomedsos, lurah Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Muhammad Fadli mengaku masih belum terpikir untuk melaporkan warganya sendiri.

Dia pun hanya memperlihatkan tangan dan sebagian tubuhnya yang mengalami bengkak setelah jatuh ke parit tersebut.

"Masih saya pikirkan, apakah lanjut laporan atau belum, tapi kalau lihat ini tangan saya bengkak. Jadi memang ada efeknya jatuh di parit lumayan dalem," katanya, dikutip Selasa 14 Oktober 2025.

Fadli mengatakan bahwa orang yang mendorongnya hingga jatuh ke parit merupakan warga yang tinggal di daerah tersebut.

"Memang warga kita, warga di lingkungan satu, kelurahan perintis," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, viral video yang menampilkan seorang lurah di Kota Medan terjatuh ke parit usai didorong warga saat membongkar polisi tidur ilegal.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Madupuro, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, pada Senin (13/10/2025). 

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat Fadli mengenakan seragam cokelat khas ASN, mencabut ban bekas yang dijadikan pembatas kecepatan. 

Namun, upayanya itu mendapat protes keras dari seorang warga bernama Adi, yang kemudian terlibat adu mulut dengan sang lurah.

Ketegangan meningkat saat keduanya saling tarik ban bekas hingga akhirnya Fadli terdorong dan terjatuh ke dalam parit di sisi jalan. Ia pun keluar dalam kondisi basah kuyup dan pakaian dipenuhi lumpur.


Editor : Firda Rachmawati