Magelang Perkuat Transisi PAUD
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Magelang - Hari pertama mengenakan seragam SD bisa menjadi pengalaman besar bagi seorang anak. Ruang kelas yang lebih luas, guru baru, teman-teman baru, hingga aturan yang berbeda membuat langkah kecil dari PAUD menuju SD bukan sekadar berpindah gedung atau berganti seragam.
Ada proses yang perlu disiapkan. Anak perlu merasa aman ketika memasuki lingkungan baru, berani berkomunikasi, mampu bekerja sama, mengenali emosinya, hingga belajar menyelesaikan persoalan sederhana.
Hal itulah yang kini menjadi perhatian Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah. Masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar (SD) didorong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan perpindahan dari PAUD ke SD harus dipandang sebagai proses pendidikan yang berkelanjutan. Kesiapan anak tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
“Anak juga perlu siap berinteraksi dengan lingkungan baru, mampu berkomunikasi dan bekerja sama, mengelola emosi, menyelesaikan masalah sederhana,” kata Damar dalam Sosialisasi Transisi PAUD ke SD di Gedung Wanita Magelang, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (1/9).
Menurutnya, rasa aman dan nyaman ketika belajar memiliki arti yang sama penting dengan kemampuan akademik. Anak yang memasuki dunia sekolah dengan perasaan tenang akan memiliki ruang lebih besar untuk berkembang dan menikmati proses belajarnya.
Karena itu, satu tahun pendidikan di PAUD tidak seharusnya dianggap sekadar tambahan waktu sebelum anak masuk SD. Masa tersebut merupakan fondasi untuk membangun kesiapan anak menghadapi tahapan pendidikan berikutnya.
Di Magelang, upaya itu melibatkan banyak pihak. Guru PAUD dan guru SD didorong membangun komunikasi untuk memahami perkembangan setiap anak. Orang tua juga tidak bisa dilepaskan dari proses tersebut karena rumah menjadi lingkungan pertama tempat anak belajar dan membangun kebiasaan.
Sinergi antarjenjang pendidikan menjadi penting agar anak tidak merasa sedang memulai semuanya dari awal ketika memasuki SD. Apa yang dipelajari dan dibentuk sejak PAUD perlu menjadi pijakan bagi proses pendidikan berikutnya hingga jenjang menengah. (gin)
Editor : Inilahkoran

