Malam Takbiran di Kota Bandung Bakal Dikawal Seribu Lebih Personel Polisi

Sebanyak seribu lebih personel polisi bakal amankan malam takbiran di Kota Bandung.

Malam Takbiran di Kota Bandung Bakal Dikawal Seribu Lebih Personel Polisi
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi memastikan seribu lebih personel polisi amankan malam takbiran di Bandung. (Cesar Yudistira)

INILAHKORAN.ID- Sebanyak 1.627 polisi diturunkan untuk  mengamankan rangkaian kegiatan malam takbiran hingga Hari Raya Idul Fitri di Kota Bandung yang dimulai Jumat 20 Maret 2026 petang WIB.

Pengamanan difokuskan pada titik-titik kegiatan masyarakat yang hendak melakukan ritual keagamaan malam takbiran penanda berakhirnya bulan suci Ramadan.

Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan, ribuan personel tersebut telah disebar ke sejumlah lokasi strategis, mulai dari pos pelayanan, pos terpadu, hingga pos pengamanan di berbagai wilayah kota.

"Dari Polrestabes Bandung, kami menyiapkan kurang lebih personel 1.627 orang di mana mereka terbagi menjadi beberapa pos pelayanan, pos terpadu, dan pos pengamanan," ujar Dedi, Jumat, 20 Maret 2026.

Salah satu yang menjadi fokus pengamanan yakni terkait kegiatan takbiran. Ia menyebut, terdapat 11 titik yang direncanakan menjadi lokasi kegiatan takbiran oleh masyarakat.

Kendati begitu, pihak kepolisian mengimbau agar tidak ada kegiatan takbir keliling guna menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

“Ada 11 titik malam takbiran yang diwacanakan, di mana dalam sebuah titik ini kami berharap tidak ada yang namanya takbiran keliling,” katanya.

Dedi menegaskan, kepolisian tetap akan mengamankan seluruh kegiatan masyarakat yang berlangsung selama malam takbiran.

Selain itu, pengamanan juga akan dilakukan pada pelaksanaan salat Ied yang digelar di berbagai lokasi di Kota Bandung. Dedi menyebutkan, personel telah disebar untuk mengamankan titik-titik pelaksanaan ibadah, termasuk di masjid dan lapangan.

"Dan ada kurang lebih 148 titik untuk pengamanan yang dilaksanakan sholat id berjamaah, baik dari masyarakat Nahdlatul Ulama maupun yang mengikuti dari pemerintah," ungkapnya.***


Editor : Bsafaat