MAN CITY 1-0 COVENTRY CITY: HERO HAALAND

ERLING Haaland jadi pahlawan Manchester City saat susah payah kalahkan Coventry di Etihad Stadium, Sabtu (5/9).

MAN CITY 1-0 COVENTRY CITY: HERO HAALAND
Foto Net

Oleh: Bsafaat

Bagi sebagian besar pesepak bola, mencetak gol kemenangan di hadapan puluhan ribu pendukung fanatik adalah momen untuk menepuk dada.

Terlebih jika gol tersebut bukan sekadar penentu tiga angka, melainkan sebuah gerbang sejarah.

Namun, bagi seorang Erling Haaland, malam di Etihad Stadium tidak berjalan sesederhana itu. Sabtu malam yang dingin, The Citizens dipaksa memeras keringat oleh tim promosi, Coventry City, yang diasuh Frank Lampard.

Coventry tampil sangat terorganisasi dan beberapa kali mengancam gawang Gianluigi Donnarumma. Di tengah kebuntuan dan rasa frustrasi yang mulai menjalar di tribune, Haaland muncul sebagai pembeda.

Pada menit ke-26, berawal dari pergerakan rekrutan anyar Enzo Fernandez, bola dialirkan ke sisi kanan kepada Antoine Semenyo. Dengan presisi tinggi, Semenyo mengirim umpan silang ke tiang jauh.

Di sana, melompat melawan gravitasi, Haaland menanduk bola dengan sangat kuat menghunjam gawang Coventry. Etihad bergemuruh.

Gol tunggal itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Gol sundulan tersebut secara resmi memasukkan nama pemuda Norwegia berusia 26 tahun ini ke dalam “Klub 300”—sebuah kelompok elite berisi penyerang yang telah mengemas 300 gol atau lebih sepanjang karier profesionalnya di level klub.

Hebatnya, Haaland mencapai angka mistis ini hanya dalam 368 penampilan.

Sebuah catatan fantastis yang membuatnya melewati rekor kecepatan para megabintang modern seperti Kylian Mbappe (398 laga) dan Cristiano Ronaldo (499 laga), serta hanya kalah tipis dari sang legenda, Lionel Messi (365 laga).

Dari 300 gol tersebut, 165 di antaranya ia persembahkan untuk Manchester City sejak bergabung pada musim panas 2022.

Namun, alih-alih merayakan malam bersejarah itu dengan penuh euforia, apa yang keluar dari mulut Haaland seusai laga justru mencerminkan kedewasaan dan mentalitasnya yang tak pernah puas.

Alih-alih memuji diri sendiri, ia memilih melakukan otokritik yang jujur dan menyentuh hati.”Aku seharusnya mencetak lebih banyak gol untuk menghabisi pertandingan, tapi aku tidak melakukannya sehingga menyulitkan timku sendiri,” kata Haaland dengan nada menyesal kepada ESPN.

“Coventry terus menjaga peluangnya sampai laga selesai. Di Premier League, jika Anda tidak menuntaskan peluang, maka semuanya akan menjadi sangat sulit.” Kedalaman Skuat Sementara itu, Manajer Enzo Maresca tampaknya sangat puas dengan kedalaman skuad Manchester City. Dia bahkan sampai menjabarkan situasi Arsenal.

The Citizens era Maresca membangun skuad musim ini dengan harga mahal.

Tim peringkat kedua musim lalu ini menghabiskan dana perekrutan pemain dengan rekor 458 juta Paun.

Maresca merasa skuadnya saat ini sudah dalam. Dia merasa kedalaman skuad harus dijaga demi bisa bersaing menjadi juara dan mencontohkan apa yang terjadi di Arsenal.

“Jika Anda melihat sejak pertandingan Community Shield, Anda akan menemukan bahwa Arsenal telah memainkan dua pertandingan lebih banyak dan susunan pemain mereka mengalami lima perubahan di setiap pertandingan,” kata Maresca yang dikutip dari Metro.

“Dua pemenang Piala Dunia, [Mikel] Merino dan [Martin] Zubimendi, dua pemain Inggris, [Eberechi] Eze dan [Noni] Madueke, dan satu lagi saya tidak ingat, saya rasa itu [Piero] Hincapie,” sambungnya.

Man City sangat banyak memboyong pemain di musim panas tahun ini.

Di antaranya adalah Enzo Fernandez, Elliot Anderson, Ayyoub Bouaddi, Iliman Ndiaye, hingga Allan. (bsf )

DATA FAKTA | Waktu: Sabtu (6/9) ; Kick Off Pukul 21.00 WIB | Tempat: Etihad Stadium | Wasit: P Tierney | Man of the Match: Erling Haaland | Pencetak Gol: Man City ( E Haaland 26’) ; Coventry (-) Kartu Kuning: Man City (Khusanov) ; Coventry (Van Ewijk, Pinnock) | Kartu Merah: -


Editor : Inilahkoran