Masuk Musim Kemarau, BPBD Cimahi Catat Satu Wilayah Alami Kekurangan Air Bersih

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mulai menerima laporan adanya gangguan ketersediaan air bersih seiring semakin menguatnya musim kemarau.

Masuk Musim Kemarau, BPBD Cimahi Catat Satu Wilayah Alami Kekurangan Air Bersih
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mulai menerima laporan adanya gangguan ketersediaan air bersih seiring semakin menguatnya musim kemarau.

INILAHKORAN.ID - Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mulai menerima laporan adanya gangguan ketersediaan air bersih seiring semakin menguatnya musim kemarau tahun 2026. 

Hingga saat ini, keluhan resmi baru datang dari RW 08 Kelurahan Cibeber yang dilaporkan mengalami penurunan pasokan air sejak pertengahan Juni lalu, sementara wilayah lain belum menunjukkan tanda-tanda kekurangan yang serius.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan menjelaskan, kondisi yang terjadi saat ini belum dikategorikan sebagai kekeringan total, melainkan sekadar kerawanan atau berkurangnya debit air yang cukup untuk kebutuhan dasar warga. 

“Perlu dipahami yang terganggu itu kebutuhan air untuk minum, memasak, dan mandi. Sementara untuk keperluan lain seperti mencuci dan membersihkan lingkungan, ketersediaannya masih relatif terpenuhi,” jelas Fithriandy, Sabtu (11/7/2026).

Fithriandy menuturkan, penanganan awal bagi warga yang terdampak sudah dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) jauh sebelum status siaga darurat kekeringan ditetapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terjaga. 

"Jika dibandingkan dengan kondisi pada periode yang sama tahun 2024, situasi kemarau tahun ini jauh lebih terkendali," tuturnya. 

"Dua tahun lalu, hampir seluruh kelurahan di Cimahi sudah melaporkan kesulitan air bersih," sambungnya.

Fithriandy memastikan, pihaknya saat ini terus memperketat pemantauan di seluruh wilayah kota dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT/RW. Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika kemarau ternyata berlangsung lebih panjang dari perkiraan.

"Dengan begitu setiap keluhan dapat segera ditindaklanjuti sebelum meluas menjadi masalah yang lebih besar," tandasnya.***


Editor : JakaPermana