Menakar Kans Ridwan Kamil Jadi Bacawapres Ganjar Pranowo, Begini Kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar...
Kans Ridwan Kamil untuk menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi Ganjar Pranowo di kontestasi Pilpres 2024 sejatinya terbilang tipis, usai bahtera karir politiknya Partai Golkar mendeklarasikan mendukung Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Kans Ridwan Kamil untuk menjadi bakal calon wakil presiden (Bacawapres) mendampingi Ganjar Pranowo di kontestasi Pilpres 2024 sejatinya terbilang tipis, usai bahtera karir politiknya Partai Golkar mendeklarasikan mendukung Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menilai apapun bisa terjadi di detik-detik akhir, jelang pendaftaran capres-cawapres pada 19 Oktober-25 November 2023 mendatang.
Seperti halnya dengan yang terjadi dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), dimana PKB yang sebelumnya bersama Partai Gerindra, mengusung Prabowo Subianto. Malah berbalik arah, bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), bersama Partai Nasdem dan PKS. Bahkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar didapuk menjadi cawapres, mendampingi Anies Baswedan.
Termasuk lima nama yang digadang-gadang bakal menjadi kandidat kuat Bacawapres Ganjar yakni Sandiaga Uno, Erick Thohir, Andika Perkasa dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diakuinya masih dapat berubah. Mengingat salah satu nama yang masuk, yaitu Muhaimin sudah pasti dicoret dari daftar, pasca deklarasi capres-cawapres KPP.
“Masih dinamis. Pak Ganjar masih ada lima nama yang kemarin disosialisasikan. Kita lihat, terkait capres-cawapres masih dinamis. Besok masih bisa berubah. Untuk pastinya kapan, nanti pas saatnya, Oktober,” ujar Ono baru-baru ini.
Dia melanjutkan, manuver yang dilakukan Partai Nasdem dan PKB pun diakuinya plot twist. Situasi ini menurutnya dapat menjadi pembelajaran pendidikan politik untuk masyarakat, bahwa tidak ada yang mustahil terjadi.
“Kita melihat memang kondisi saat ini masyarakat dihadirkan dinamika yang sangat baik. Dengan proses ini kita berharap masyarakat bisa memilih yang terbaik,” ucapnya.
Sebelumnya, Emil santer diisukan intens menjalin komunikasi dengan Ganjar meski akhirnya dirinya membantah rumor tersebut. Namun bila merujuk dari hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) beberapa waktu lalu, 17,2 persen publik menginginkannya bersama Ganjar. Ketimbang dengan Prabowo, yang hanya 15,2 persen.
“Masih rumor, jadi tunggu saja. Dinamika politik banyak plot twist, banyak drama. Jadi tunggu saja, enggak bisa diprediksi. Nanti juga banyak breaking news,” tuturnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana


