Menampung Air Mencegah Banjir

Menampung Air Mencegah Banjir
TANGANI BANJIR: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat menyampaikan rencana penanganan banjir kawasan Bandung Timur.(INILAH/YOGO TRIASTOPO)

INILAH, Bandung - Air hujan yang turun di Kota Bandung tidak selalu berhenti pada batas wilayah administrasi. Ketika alirannya bergerak ke kawasan selatan, persoalan banjir dapat ikut menjalar ke wilayah kabupaten dan Kota Cimahi.

Kondisi tersebut membuat penanganan banjir Bandung tidak cukup dilakukan dengan satu pendekatan. Pemerintah Kota Bandung kini mengarahkan strategi penanganan ke penampungan dan sirkulasi air, terutama untuk kawasan Bandung Timur.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan banjir saat ini banyak terkonsentrasi di wilayah selatan, terutama kawasan Soekarno Hatta. Sejumlah titik bahkan bersinggungan langsung dengan wilayah di luar Kota Bandung sehingga membutuhkan penanganan lintas daerah.

"Secara umum, banjir di Kota Bandung sekarang terkonsentrasi di wilayah selatan terutama kawasan Soekarno Hatta," kata Farhan, Sabtu (3/10).

Kota Bandung kemudian dibagi berdasarkan garis tengah Ciwastra. Wilayah Ciwastra ke barat dinilai memiliki persoalan yang melibatkan daerah lain. Karena itu, koordinasi Gubernur Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan Kota Cimahi dibutuhkan.

"Kami sedang menyusun usulan yang akan dibawa kepada pak gubernur, agar beliau melakukan koordinasi. Karena persoalan itu, sudah menyangkut wilayah kabupaten dan Cimahi. Sama seperti persoalan KBU, sama persis," ujarnya.

Sementara kawasan Ciwastra ke timur akan diarahkan pada konsep penampungan dan sirkulasi air. Pendekatan ini dipilih setelah rencana tol air ke arah selatan dinilai berisiko memindahkan persoalan banjir ke wilayah kabupaten.

"Dulu dibuat yang namanya tol air ke selatan, tetapi kemudian malah membuat banjir ke warga kabupaten. Untuk menghindari kembali, kita sekarang akan melakukan penampungan dan sirkulasi air di seputaran Bandung Timur," kata Farhan.

(yogo triastopo/gin)


Editor : Inilahkoran