Menanam Harapan lewat Pangan Bergizi

KETIKA pangan cukup, harapan tumbuh. Bantuan pangan menjadi ikhtiar menjaga keluarga tetap sehat dan kuat.

Menanam Harapan lewat Pangan Bergizi
BANTUAN PANGAN: Pemkot Bandung mulai menyalurkan bantuan pangan melalui Program Bantuan Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Risiko Stunting (Pangersa). Program ini menyasar 1.832 keluarga di 12 kecamatan dan 16 kelurahan.

Pangan bukan sekadar sesuatu yang mengisi meja makan. Bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, kecukupan pangan menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan, tumbuh kembang anak, sekaligus mempertahankan kehidupan agar tetap berjalan.

Persoalan itulah yang coba dijawab Pemerintah Kota Bandung melalui Program Bantuan Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Risiko Stunting (Pangersa).

Sebanyak 1.832 keluarga di 12 kecamatan dan 16 kelurahan menjadi sasaran program tersebut. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berisi beras, tetapi juga ikan, ayam, telur, dan sayuran.

Paket pangan itu menjadi bentuk kehadiran pemerintah bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan. Sekaligus, menjadi bagian dari upaya memastikan makanan yang dikonsumsi bukan hanya cukup, tetapi juga bergizi dan aman.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan pangan tidak pernah memiliki batas. Karena itu, pemerintah harus menyesuaikan bantuan dengan kemampuan yang tersedia dan memastikan bantuan diterima mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Presiden melalui para menterinya sudah memberikan perintah kepada pemerintah daerah agar menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” ujar Farhan di Gedung Serba Guna RW.03, Jalan Sarirasa 8 Blok 5, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Selasa (8/9). 

Penyaluran Pangersa melibatkan banyak tangan. Perangkat daerah, pemerintah kewilayahan, puskesmas, hingga jajaran kecamatan, kelurahan dan RW ikut terlibat agar bantuan tidak berhenti sebagai program di atas kertas.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menyalurkan bantuan pangan,” kata Farhan.

Namun, Pangersa tidak sekadar berbicara tentang membagikan bahan makanan. Di balik setiap paket, pemerintah juga membawa misi yang lebih panjang: memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mencegah stunting.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan kelompok rentan memiliki akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, aman, dan terjangkau.

“Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi angka kemiskinan, penanganan kerawanan pangan, dan pencegahan stunting,” kata Gin Gin.

Paket yang diterima keluarga pun disusun untuk memenuhi kebutuhan pangan yang lebih beragam. Setiap penerima memperoleh beras lima kilogram, ikan enam hingga delapan ekor atau sekitar satu kilogram, satu ekor ayam dengan berat sekitar 0,9 hingga satu kilogram, telur ayam 15 butir atau sekitar satu kilogram, serta sayuran.

Ada pesan lain yang ingin ditanamkan melalui bantuan tersebut. Masyarakat tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga edukasi mengenai pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Sebab, ketahanan pangan keluarga tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak makanan tersedia. Jenis pangan, kandungan gizi, keamanan, hingga pola konsumsi ikut menentukan kualitas kehidupan. (gin)


Editor : Inilahkoran