Puskesmas Siaga Hadapi Abu

Puskesmas Siaga  Hadapi Abu
WASPADA ISPA: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9).

INILAH, Bandung - Abu vulkanik tak selalu datang dengan suara. Bisa terbawa angin, menempel di permukaan, lalu masuk bersama tarikan napas tanpa disadari.

Bagi warga Kota Bandung, kondisi itu menjadi perhatian di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah antisipasi, terutama terhadap kemungkinan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Layanan kesehatan disiapkan agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan tetap mendapatkan penanganan.

“Puskesmas dan semua fasilitas kesehatan sudah siap siaga untuk ISPA, karena memang risiko terbesarnya adalah ISPA,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (8/9).

Kesiapsiagaan itu bukan hanya soal menunggu warga datang ketika sudah sakit. Pemerintah juga berupaya memastikan perlindungan sederhana seperti masker tetap tersedia di pasaran.

Farhan mengatakan Pemkot Bandung akan mengecek ketersediaan masker, terutama di toko modern dan fasilitas penjualan alat kesehatan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kelangkaan, penimbunan, hingga lonjakan harga yang dapat menyulitkan masyarakat.

“Kita akan pastikan jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu. Saya juga akan cek stok di Dinkes,” ujarnya.

Rencana pembagian masker gratis pun masih dipertimbangkan. Pemerintah terlebih dahulu ingin melihat kondisi persediaan di pasaran sebelum mengambil keputusan.

Sebab, pembelian masker dalam jumlah besar oleh pemerintah juga memiliki konsekuensi. Jika dilakukan ketika stok terbatas, permintaan dalam jumlah besar justru berpotensi mendorong harga masker naik dan membuat masyarakat kesulitan mendapatkannya.

Karena itu, kewaspadaan berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap melindungi diri, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan dan kondisi udara terdampak abu vulkanik.

“Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di ring of fire,” kata Farhan. (gin)


Editor : Inilahkoran