Menata Wajah Wisata Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Wajah sebuah kota tidak hanya terlihat dari gedung-gedung tinggi atau jalan yang ramai dilintasi kendaraan.
Kadang, wajah itu justru tampak dari trotoar yang dilalui pejalan kaki, lampu jalan yang menyala selepas senja, hingga saluran drainase yang bekerja diam-diam di bawahnya. Bandung kini tengah membenahi bagian-bagian itu.
Pemerintah Kota Bandung menargetkan perbaikan trotoar dan beautifikasi di 17 kawasan yang menjadi fokus pariwisata rampung pada akhir November 2026. Pekerjaan tersebut tidak berhenti pada permukaan trotoar, tetapi menyentuh sejumlah unsur yang membentuk wajah koridor kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengerjaan sudah mulai berjalan meski belum seluruh kawasan selesai. Selain trotoar, penataan mencakup drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga sejumlah titik yang berkaitan dengan bangunan dan pedagang kaki lima (PKL).
“Belum semuanya, tapi sudah mulai. Diperkirakan pada akhir November semua sudah selesai, minimal di 17 area yang merupakan fokus pariwisata,” kata Farhan, Senin (21/9).
Secara keseluruhan, program beautifikasi tersebut mencakup sekitar 40 ruas jalan. PJU menjadi salah satu bagian yang ikut mendapat perhatian, terutama lampu yang berfungsi sebagai ornamen di kawasan wisata.
Penataan lampu itu bukan berarti seluruh desain PJU akan dirombak. Pemerintah Kota Bandung memilih pendekatan yang lebih sederhana: memberikan warna baru agar setiap kawasan memiliki karakter visual yang lebih kuat.
“Nanti akan ada, bukan desain baru. Tapi warna baru dari PJU Kota Bandung, khususnya yang sifatnya ornamen,” ujar Farhan.
Contohnya dapat dilihat di Jalan Martadinata. Di depan Kejaksaan Tinggi, perubahan warna lampu menjadi salah satu bagian dari penataan yang tengah dicoba.
“Contohnya kalau mau lihat di Jalan Martadinata, ada yang kita jadikan satu contoh ganti warna di depan Kejaksaan Tinggi,” ujarnya.
Namun, membenahi kota tentu tidak sesederhana mengganti warna lampu atau memperbaiki trotoar yang rusak.
(yogo triastopo/gin)
Editor : Inilahkoran

