Mengenal Vasektomi dan Dampaknya, Program KB yang Diusulkan Dedi Mulyadi untuk Jadi Syarat Bansos

Vasektomi adalah metode sterilisasi pria yang bertujuan untuk mencegah kehamilan, simak penjelasan lengkapnya.

Mengenal Vasektomi dan Dampaknya, Program KB yang Diusulkan Dedi Mulyadi untuk Jadi Syarat Bansos

INILAHKORAN - Belakangan ini istilah vasektomi menjadi perbincangan lantaran menjadi usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos).

vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi permanen untuk pria yang dilakukan dengan cara memotong atau menutup saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak dapat keluar saat ejakulasi. Prosedur ini menjadi pilihan bagi pria yang merasa sudah tidak ingin memiliki anak lagi, atau sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam perencanaan keluarga.

Apa Itu vasektomi?

vasektomi adalah metode sterilisasi pria yang bertujuan untuk mencegah kehamilan. Berbeda dengan metode kontrasepsi sementara seperti kondom atau pil KB untuk wanita, vasektomi bersifat permanen. Meskipun demikian, prosedur ini tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, gairah seksual, maupun kemampuan untuk ereksi dan orgasme.

Bagaimana Prosedur vasektomi Dilakukan?

vasektomi umumnya merupakan prosedur rawat jalan yang memakan waktu sekitar 15–30 menit. Terdapat dua metode utama vasektomi:

  1. vasektomi Konvensional
    Dokter membuat satu atau dua sayatan kecil di skrotum (kantung zakar) untuk menjangkau vas deferens. Setelah itu, saluran tersebut dipotong dan diikat atau dibakar, kemudian sayatan ditutup kembali dengan jahitan kecil.

  2. vasektomi Tanpa Pisau (No-Scalpel Vasektomy)
    Teknik ini menggunakan alat khusus untuk membuat lubang kecil di skrotum tanpa sayatan. Prosedur ini lebih minim nyeri dan risiko perdarahan lebih rendah.

Pasien biasanya bisa pulang di hari yang sama, dengan anjuran istirahat dan kompres dingin untuk meredakan pembengkakan.

Apa Dampak dan Efek Samping vasektomi?

Manfaat utama:

  • Efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan (lebih dari 99%).

  • Tidak perlu lagi menggunakan kontrasepsi tambahan.

  • Tidak memengaruhi kehidupan seksual secara umum.

Namun, vasektomi juga memiliki beberapa pertimbangan:

  • Permanen: Prosedur ini sulit untuk dibalik, sehingga tidak dianjurkan untuk pria yang masih ingin memiliki anak di masa depan.

  • Tidak langsung efektif: Sperma masih bisa tersisa dalam saluran beberapa minggu setelah prosedur, sehingga kontrasepsi tambahan perlu digunakan sementara.

  • Efek samping ringan: Bengkak, nyeri ringan, atau memar di area skrotum bisa terjadi beberapa hari setelah operasi.

  • Risiko jangka panjang (jarang): Infeksi, pembentukan granuloma (benjolan kecil akibat kebocoran sperma), atau nyeri kronis pada sebagian kecil kasus.

Apakah vasektomi Aman?

Secara medis, vasektomi dianggap sebagai prosedur yang aman dan efektif. Namun, konsultasi menyeluruh dengan dokter diperlukan sebelum mengambil keputusan, terutama terkait kesiapan mental dan pertimbangan keluarga.


Editor : Firda Rachmawati