Mengenang Pahlawan Menjaga Api Pengabdian

ZIARAH menjadi cara Pramuka mengenang jasa para pahlawan. Dari pusara, semangat pengabdian kembali diwariskan.

Mengenang Pahlawan Menjaga Api Pengabdian
ZARAH PAHLAWAN: Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor Denny Mulyadi memimpin ziarah pahlawan dan tokoh pramuka pada Hari Pramuka dan Bulan Bakti Pramuka Tahun 2026.

Oleh: Rizki Mauludi

Keheningan Taman Makam Pahlawan Dreded, Kecamatan Bogor Selatan, sejenak dipenuhi barisan anggota Pramuka. Mereka datang untuk menundukkan kepala, mengenang mereka yang telah lebih dulu mengabdikan hidup bagi bangsa.

Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ziarah pahlawan dan tokoh Pramuka dalam rangka Hari Pramuka ke-65 dan Bulan Bakti Pramuka 2026 Kota Bogor, Kamis (13/8).

Sekretaris Daerah Kota Bogor sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor Denny Mulyadi memimpin langsung kegiatan tersebut. Anggota Pramuka golongan penggalang dan penegak turut mengikuti rangkaian penghormatan.

Karangan bunga diletakkan. Penghormatan diberikan. Setelah itu, bunga ditaburkan di atas pusara, disertai doa bersama.

Di tempat itu, nama-nama yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa kembali dikenang. Denny bersama rombongan berziarah ke makam Letkol Inf. Haji Soemarya, Kapten TB Muslihat dan Mayor Oking.

Bagi generasi yang tumbuh jauh setelah masa perjuangan mereka, makam mungkin hanya tampak sebagai batu nisan. Namun, bagi Pramuka, ziarah menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kembali arti pengabdian.

“Ya, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan serta tokoh pramuka yang telah memberikan kontribusi bagi Indonesia maupun perkembangan Gerakan Pramuka di Kota Bogor. Kami mengenang perjuangan para pahlawan serta tokoh pramuka yang telah berjasa bagi bangsa dan negara,” ungkap Denny.

Ziarah itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat Pramuka tidak berhenti pada seragam, barisan, atau kegiatan perkemahan. Ada nilai pengabdian yang harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tahun ini, Hari Pramuka memasuki usia ke-65 dengan tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut membawa Pramuka pada tantangan yang lebih luas. Anggota Pramuka tidak hanya dituntut mengenang masa lalu, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan masa depan.

(gin)


Editor : Inilahkoran