Menitip Harapan di Serambi Pesantren
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Bupati Cirebon Imron menilai pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral generasi muda di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan tantangan pergaulan.
Di tengah gemuruh era digital yang kian deras merasuk ke ruang-ruang personal generasi muda, sebuah ketenangan terpancar dari sudut Cirebon pada Minggu (20/9) malam WIB.
Ribuan santri dan masyarakat berkumpul, larut dalam kehangatan malam puncak Haul KH Aqiel Siraj ke-37 sekaligus Harlah ke- 66 Pondok Pesantren KHAS Kempek.
Momen ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang masa depan moral anak bangsa.
Bupati Cirebon, Imron, yang hadir di tengah-tengah kekhusyukan malam itu, tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya.
Baginya, di era di mana tantangan pergaulan remaja kian kompleks, pesantren berdiri kokoh sebagai benteng terakhir yang menjaga akhlak anak-anak muda.
“Pondok pesantren itu menjadi benteng kemajuan yang tidak lepas dari normanorma atau akhlak,” ungkap Imron.
Ia menyapa para orang tua yang hadir malam itu dengan sebutan “orang-orang beruntung”. Di saat banyak orang tua di luar sana cemas memikirkan pengaruh buruk pergaulan bebas dan paparan negatif dunia digital pada anak-anak mereka, para orang tua santri ini telah menitipkan permata hati mereka di tempat yang tepat.
Di Kempek, anak-anak mereka tidak hanya dicekoki teori dan ilmu pengetahuan, tetapi ditempa karakternya lewat keteladanan nyata dari para kiai.
Dari rahim pesantren inilah, bekal nilai-nilai luhur itu diharapkan mengalir ke tengah masyarakat saat mereka lulus nanti, menjadi pelopor yang meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.
Namun, wajah pesantren hari ini jauh dari kesan kaku atau tertinggal. Di bawah asuhan para sesepuh, kreativitas santri justru mekar dengan cara yang tak terduga.
(maman suharman)
Editor : Inilahkoran

