Menitipkan Keselamatan lewat Doa
LANTUNAN zikir memenuhi Masjid Agung Al-Isra. Ribuan guru ngaji menitipkan doa untuk keselamatan bangsa dan Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Ribuan orang berkumpul dalam satu ruang, membawa harapan yang sama. Bukan untuk sebuah perayaan, melainkan untuk menundukkan kepala dan menitipkan keselamatan bagi negeri.
Masjid Agung Al-Isra, Kecamatan Bogor Tengah, dipenuhi lantunan zikir dan doa pada Rabu (16/9). Pemerintah Kota Bogor menggelar doa bersama untuk Indonesia, di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah.
Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, habib, alim ulama, hingga 3.200 guru ngaji se-Kota Bogor hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana khidmat terasa ketika doa dipanjatkan. Setiap lantunan seolah menjadi cara untuk menguatkan harapan agar musibah yang datang di berbagai penjuru negeri tidak terus berulang.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon agar berbagai bencana yang terjadi dapat menjadi hikmah bagi manusia untuk memperbaiki diri.
“Kami bermunajat kepada Allah SWT agar semua bencana yang terjadi di seluruh pelosok tanah air ini jadi hikmah untuk semua agar memperbaiki diri,” kata Dedie didampingi Kabag Kesra Setda Kota Bogor Saepulloh Adi Herdian.
Bencana memang datang dalam berbagai bentuk. Kebakaran lahan dan hutan, tanah longsor, kekeringan hingga kecelakaan kapal menjadi sejumlah peristiwa yang menyisakan duka bagi masyarakat. Keprihatinan terhadap rangkaian musibah itu menjadi salah satu alasan doa bersama digelar.
“Kemudian bermohon kepada Allah SWT agar ke depan dihindarkan dari segala rupa bala dan bencana. Karena kami sangat prihatin, hampir merata di seluruh Indonesia, ada kebakaran lahan, kebakaran hutan, tanah longsor, kekeringan, kapal tenggelam dan banyak sekali musibah,” ujarnya.
Dedie juga mengajak masyarakat menjadikan rangkaian musibah sebagai momentum untuk melakukan introspeksi. Jika sebagian bencana terjadi akibat ulah manusia, maka perubahan perilaku dan perbaikan diri menjadi bagian dari ikhtiar yang perlu dilakukan.
“Mudah-mudahan apabila ini memang disebabkan oleh umat manusia, tentu semua harus bermunajat memohon kepada Allah SWT untuk dihapuskan, diampuni segala dosa-dosa,” katanya.
(rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran

