Menyusuri Jalan, Menjaga Keamanan Bersama

SETIAP hari, pengemudi ojol menyusuri jalan dan menjadi saksi berbagai kejadian. Kini, mereka diajak menjadi mata dan telinga polisi di tengah masyarakat.

Menyusuri Jalan, Menjaga Keamanan Bersama
CALL CENTER: Ditlantas Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat dan pengemudi ojek online memanfaatkan layanan panggilan darurat Call Center 110 saat menemukan gangguan keamanan atau kendala lalu lintas.

Oleh: Cesar Yudistira

Di jalan raya, pengemudi ojek online bukan hanya mengantar penumpang dan pesanan. Setiap hari, mereka berpindah dari satu sudut kota ke sudut lainnya, melewati jalan sempit, persimpangan padat, hingga kawasan yang mungkin luput dari perhatian petugas.

Mobilitas itu membuat mereka memiliki posisi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat mengajak para pengemudi ojek online memanfaatkan Call Center 110 ketika menemukan gangguan keamanan, kecelakaan, maupun kendala lalu lintas di jalan.

Pesan tersebut disampaikan Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Reydian Kokrosono saat menyapa komunitas Ojol Kamtibmas dan anak yatim piatu di bawah Flyover Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (27/8).

Alih-alih berlangsung dalam suasana formal, sosialisasi dilakukan melalui kegiatan sederhana: ngopi bersama di warung dan bengkel Ojol Kamtibmas.

Dari tempat itulah Reydian memastikan informasi mengenai saluran darurat kepolisian dapat diterima langsung oleh mereka yang sehari-hari berada di jalan.

“Kami juga tadi ngopi bareng-bareng dengan rekan-rekan Ojol di warung Ojol dan bengkel Ojol Kamtibmas untuk mensosialisasikan 110. Jadi ketika ada hambatan di tengah-tengah masyarakat, atau melihat ada gangguan Kamtibmas di tengah-tengah masyarakat, bisa langsung call 110,” ujar Reydian.

Bagi kepolisian, para pengemudi ojol memiliki keunggulan yang sulit digantikan: mereka selalu bergerak.

Ketika terjadi gangguan keamanan atau persoalan lalu lintas, pengemudi ojol bisa menjadi salah satu orang pertama yang melihatnya. Informasi yang disampaikan melalui 110 diharapkan membuat petugas dapat bergerak lebih cepat.

Peran itu kemudian diperluas. Ojol Kamtibmas tidak hanya dipandang sebagai pelapor, tetapi juga sebagai agen edukasi keselamatan berlalu lintas.

Mari kita Jaga Rawat Jawa Barat. Dan kalau Ojol Kamtibmas secara otomatis sudah menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Sehingga ini agen-agen kami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan jaga Kamtibmas,” tegas Reydian.

Pesan tersebut menjadi bagian dari program JAWARA (Jaga Rawat Jawa Barat) yang diusung Kapolda Jabar dan Polantas Karib, program dari Kakorlantas Polri. Namun, pertemuan di Buahbatu bukan semata-mata soal lalu lintas dan nomor darurat.

Di sela obrolan dan kopi, polisi juga mengajak anak-anak yatim piatu hadir bersama. Doa mereka menjadi bagian dari kegiatan yang dirancang untuk mempererat hubungan antara polisi lalu lintas dan komunitas ojol.

(gin)


Editor : Inilahkoran