Merawat Rumah Sakit, Menyiapkan Para Dokter

Merawat Rumah Sakit, Menyiapkan Para Dokter
REALISASI RSPPU: Pertemuan antara Kadis Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa (kanan) bersama Prof Syakib Bakri Guru Besar FK Unhas Makassar.(ANTARA/HO-DINKES P2KB PROVINSI GORONTALO)

INILAH, Makassar - Ada ikhtiar yang tidak selesai hanya dengan membangun gedung dan melengkapi peralatan. Sebuah rumah sakit membutuhkan tenaga medis yang terus tumbuh, keahlian yang berkembang, serta ruang pendidikan yang mampu melahirkan dokter-dokter spesialis.

Ikhtiar itulah yang tengah dibangun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo.

Langkah menuju Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) mendapat dukungan dari salah satu putra Gorontalo yang lama berkecimpung dalam dunia kedokteran, Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr dr Syakib Bakri SpPD K-GH FINASIM.

Dukungan tersebut disampaikan Prof Syakib saat menerima kunjungan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di kediamannya di Kota Makassar, Sabtu (19/9).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat layanan RSUD Ainun Habibie, terutama dalam pengembangan layanan subspesialistik dan persiapan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.

Prof Syakib menyatakan kesiapannya membantu memenuhi kebutuhan dokter subspesialis Penyakit Dalam di RSUD Ainun Habibie. Dukungan itu tidak hanya menyentuh pengembangan layanan, tetapi juga pemenuhan berbagai persyaratan agar rumah sakit dapat menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis melalui skema RSPPU.

Bagi Anang, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan RSUD Ainun Habibie untuk memperkuat kapasitas pelayanan.

“Dukungan ini bukan hanya untuk pengembangan layanan, tetapi juga untuk memenuhi persyaratan dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit,” kata Anang, seperti dikutip dari ANTARA.

Kebutuhan itu semakin terasa ketika sebuah rumah sakit ingin tumbuh menjadi pusat rujukan sekaligus tempat pendidikan. Infrastruktur menjadi fondasi, tetapi manusia tetap menjadi penggeraknya.

Karena itu, keterlibatan tenaga ahli dan akademisi senior dari Fakultas Kedokteran Unhas diharapkan dapat mempercepat penguatan sumber daya manusia sekaligus mengembangkan layanan subspesialistik di RSUD Ainun Habibie. (gin)


Editor : Inilahkoran