Meski Dapat Tambahan Kuota, Pemda KBB Tengah Berupaya Cari Lahan Pembuangan Sampah
Pemerintah Daerah (Pemda) KBB harus memutar otak untuk menemukan lokasi sementara untuk menampung sampah warga di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Jatah ritase pembuangan sampah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke zona darurat TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat kian menipis.
Alhasil, Pemerintah Daerah (Pemda) KBB harus memutar otak untuk menemukan lokasi sementara untuk menampung sampah warga di wilayahnya.
"Untuk lokasi pembuangan sampah khususnya KBB kami masih dalam tahap mencari," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji kepada wartawan, Selasa 12 September 2023.
Ibrahim mengaku sempat berencana mengalihkan lokasi pembuangan sampah di wilayah Lembang. Namun, usai dilakukan pengecekan hasilnya sangat berisiko longsor.
"Jadi, kita skip dulu sementara dan beberapa waktu lalu sudah melihat lahan di daerah Citapen dengan luas sekitar 2 hektare," ujarnya.
Kemudian, sambung Ibrahim, pihaknya pun menerima informasi adanya lahan seluas 2 hektare di pintu keluar Tol Cikamuning yang merupakan lahan perseorangan.
"Karena proyeksi kita memang sewa lahan. Jadi, untuk sementara waktu sewa lahan sampai ada anggaran untuk beli lahan," imbuhnya.
Kendati demikian, Ibrahim menyebut, per hari ini 12 September 2023 KBB kembali mendapatkan kuota tambahan sebanyak 455 ritasi atau setara 5.460 ton dari jumlah sebelumnya, yakni 1.500 ton.
Sebelumnya, realisasi kouta dari pengangkutan sebelumnya tersisa 450 ton dari total 1.500. Namun, sisa kouta itu hanya bisa digunakan sampai 11 September 2023.
“Realisasi pertama ada sisa, nah sekarang kita mendapatkan kuota tambahan dari Pemprov Jawa Barat itu ritasinya 455 rit dengan kapasitas 12 ton per ritasenya," ujarnya.
"Total ritnya itu sekitar 15 hari jika kita hitung," sambungnya.
Lebih lanjut Ibrahim menuturkan, penambahan kuota yang telah disetujui itu mulai berlaku pada 12 sampai 26 September 2023. Sebab, perluasan lahan 16,5 hektare di TPA Sarimukti tengah diasesmen oleh ahli dari ITB.
“Ada zona yang tidak terbakar, akan tetapi masih menunggu asesmen dari ahli ITB seperti apanya kita hanya bisa menunggu keputusan,” tuturnya.
Meski mendapat kuota tambahan, Ibrahim mengaku, jumlah armada yang dimiliki untuk penanganan sampah di wilayahnya untuk saat ini belum bisa maksimal.
“Armada yang tersedia itu sekitar 30 truk, idealnya sekitar 70 armada. 30 truk itu kita melayani 10 kecamatan tapi tidak semua desa dari 10 kecamatan itu," katanya.
Sementara, lanjut Ibrahim, untuk armada sendiri pihaknya hanya memiliki muatan kapasitas 8 ton.
"Itupun armada muatan 8 ton kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena armada kita itu kebanyakan warisan dari Kabupaten Bandung," keluhnya.
Ibrahim pun mengimbau kepada masyarakat agar mulai memilah sampah yang akan dibuang. Setidaknya, hal tersebut dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA.
"Kita mengimbau kepada temen-temen bank sampah, penggiat maggot, dan TPS 3R untuk meningkatkan tingkat produksinya," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


