Miris, Siswa SDN 1 Cirebon Girang Belajar di Mushola

SDN 1 Cirebon Girang, Kecamatan Talun kekurangan ruang belajar (rombel). Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa dilaksanakan di mushola sekolah. Ironisnya, kondisi tersebut berlangsung sejak tahun 2021.

Miris, Siswa SDN 1 Cirebon Girang Belajar di Mushola

INILAHKORAN, Cirebon - SDN 1 Cirebon Girang, Kecamatan Talun kekurangan ruang belajar (rombel). Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa dilaksanakan di mushola sekolah. Ironisnya, kondisi tersebut berlangsung sejak tahun 2021.

Hal tersebut dibenarkan Plt Kepala SDN 1 Cirebon Girang, Arifin. Menurutnya, ada 252 jumlah siswa SDN 1 Cirebon Girang. Banyaknya jumlah siswa tersebut tak sebanding dengan fasilitas rombel yang dimiliki sekolah.

"Kita hanya ada enam ruangan. Satu ruangan digunakan untuk kantor sekolah," kata Arifin, Rabu 17 September 2025.

Arifin mengungkapkan, ada dua kelas yang menggunakan shift. Yakni kelas satu dan dua. Sementara untuk kelas 4 akhirnya dibuat bergantian karena jumlah siswanya membludak. Tercatat ada 52 dan dipecah menjadi kelas 4 A dan B.

"Kelas empat tidak ada yang di shift. Tapi di pecah menjadi dua. Satu diruang kelas satu laginya belajar di mushola. Tanpa meja tanpa kursi alias lesehan," kata Arifin.

Dia menjelaskan, untuk siswa kelas 1, mereka belajar dari jam 07.00 hingga 10.00 pagi. Sementara kelas 2, masuk jam 10.00 sampai 12 siang. Meskipun  bangunan di SDN 1 Cirebon Girang memang tergolong baru, namun, fasilitas ruang belajar masih kurang dua rombel lagi.

"Imbasnya, pembelajaran disekolah untuk kelas satu dan empat kurang efektif," paparnya.

Arifin mengakui, SDN 1 Cirebon Girang ini sebelumya mempunyai tempat belajar yang terpisah pisah. Kondisinya sendiri sudah berlangsung puluhan tahun. Hal itu karena, sebelumnya SDN 1 Cirebon Girang ada tiga lokasi belajar.

"Untuk kelas 1, 2 dan 6 belajar di depan Balai Desa Cirebon Girang. Tempat ini kemudian beralih fungsi menjadi gedung serbaguna. Pokoknya miris dengan kondisi seperti ini," ucapnya.

Sementara untuk kelas 3 dan 4 berada di lahan sekolah saat ini. Sedangkan, siswa kelas 5 melaksanakan proses belajar mengajar di SDN 1 Kerandon, Kecamatan Talun.

"Ini sudah berlangsung puluhan tahun. Dan di tahun 2021, semua siswa pindah lokasi di sekolah baru yang berada dilapangan Desa Cirebon Girang,"paparnya.

Sebagai upaya penambahan rombel, pihaknya mencoba mengusulan ke dinas pendidikan. Namun, hingga ini belum terealisasi. Padahal pengajuan sudah dua kali. Namun sampai saat ini tidak pernah terealisasi.

Ditempat yang sama, Kuwu Desa Cirebon Girang, Moh Uto Hapid mengaku, sudah sering mengajukan ke pemerintah daerah melalui dinas pendidikan. Termasuk ke DPRD Kabupaten Cirebon untuk bisa mendorong fasilitas pendidikan di SDN 1 Desa Cirebon Girang.

"Kita sebelumnya sering mengajukan, agar fasilitas minta dipenuhi, karena SDN 1 Cirebon Girang kekurangan dua rombel. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian," tukasnya. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti