MU Asal Beli Pemain, Scholes Terluka
BAGI seorang Paul Scholes, menyaksikan Manchester United berlaga bukan sekadar menonton sepak bola.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Baginya, Setan Merah adalah rumah tempat ia tumbuh dan mengukir kejayaan. Namun baru-baru ini, rasa bangga itu berubah menjadi keheranan yang mendalam, bahkan rasa sakit yang jujur.
Scholes mengaku terenyak melihat mantan klubnya rela menggelontorkan 48 juta Pounds (sekitar Rp 1,1 triliun) hanya untuk mendatangkan gelandang muda Chelsea, Andrey Santos pada bursa transfer musim panas 2026.
Baginya, angka fantastis itu terasa tidak masuk akal untuk seorang pemain yang musim lalu hanya mencicipi 11 kali kesempatan menjadi starter di Liga Inggris.
"Saya benar-benar tidak habis pikir," bisik Scholes dengan nada ketus, seperti yang dilansir dari Mirror.
Di balik kritik tajamnya, ada nada frustrasi dari seorang pria yang merindukan mentalitas juara Old Trafford yang dulu.
Ia melihat manajemen seolah membeli pemain hanya demi meramaikan bursa transfer, tanpa strategi matang untuk menambal posisi-posisi krusial seperti bek tengah yang rentan cedera.
Melihat awal musim 2026/2027 yang terseok-seok—di mana Setan Merah terlempar ke posisi bawah setelah serangkaian kekalahan—kritikan Scholes bukan sekadar amarah.
Itu adalah jeritan hati seorang legenda yang sedih melihat tim impiannya semakin berjalan menjauh dari trofi Premier League yang amat ia cintai.
Sementara itu, start buruk MU berdampak pada panasnya kursi kepelatihan Michael Carrick. Sejauh ini, Setan Merah hanya raih lima poin dari lima laga di awal Liga Inggris musim 2026/27. MU duduk di peringkat ke-12 klasemen sementara.
Itu adalah start buruk Manchester United di era Premier League. Sebelumnya, MU pernah dapatkan poin serupa di musim 2014/15.
Michael Carrick jadi sorotan, apalagi Setan Merah sudah tersingkir cepat di Carabao Cup. Namanya masuk dalam prediksi pelatih atau manajer di Liga Inggris yang bakal dipecat duluan! Michael Carrick ditanya soal isu pemecatan. Carrick kalem, tidak memikirkannya karena fokus untuk dapat hasil terbaik di lapangan! "Hal itu tidak relevan bagi saya," tegasnya dilansir dari Mirror.
"Saya mengenal klub ini, saya paham peran ini. Saya mengerti posisi yang harus kami capai sebagai klub sepak bola demi para pemilik, serta apa yang mereka harapkan. Begitu pula bagi para pendukung yang tak kalah pentingnya dan apa yang mereka harapkan. Saya memahami semua itu," paparnya.
Michael Carrick tahu tekanan untuk melatih Manchester United. Carrick pun pernah berseragam MU dalam kariernya.
"Soal masa depan, kepemilikan, ataupun berapa lama saya akan memegang jabatan ini, itu sama sekali tidak ada dalam benak saya. Sedikit pun tidak," tegasnya. (bsf)
"Misalnya, memikirkan berapa lama lagi waktu saya di sini. Sungguh konyol berpikir seperti itu dalam posisi saya saat ini," tutupnya.
Baca artikel sepakbola, "Respons Michael Carrick soal Isu Pemecatan" selengkapnya .
Editor : Inilahkoran

