Senyum Berseri Disabilitas dari Balik Meja Kopi

Senyum Berseri Disabilitas dari Balik Meja Kopi
DISABILITAS: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono berkunjung ke salah satu usaha kuliner milik penyandang disabilitas MI-Caf 13%.(ANTARA FOTO)

INILAH, Bekasi- Senyum ramah dan racikan kopi hangat kini menjadi simbol kemandirian baru di salah satu sudut Kota Bekasi.

Di balik meja bar MI-Caf 13%, para kru disabilitas membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari impian untuk berdaya secara ekonomi.

Suasana hangat inilah yang dirasakan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, saat berkunjung ke kafe inklusif tersebut pada Kamis (24/9).

Menyaksikan langsung bagaimana para penyandang disabilitas dengan terampil melayani pelanggan, Pemerintah Kota Bekasi kini bergerak melangkah lebih jauh: membawa semangat inklusivitas ini keluar dari hilir UMKM menuju lantai bursa dan industri formal.

“Keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan kemampuan dan meraih kemandirian ekonomi,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di MI-Caf 13% Bekasi, Kamis.

Ia mengapresiasi kontribusi MI-Caf 13%, sebuah usaha kuliner yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja, mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Kehadiran MI-Caf 13% menunjukkan bahwa kesempatan yang tepat dapat membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi secara nyata.

Melalui aktivitas usaha, mereka mendapatkan pengalaman kerja, belajar melayani pelanggan serta mengasah kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk menapaki dunia kerja yang lebih luas.

“Inisiatif ini sebagai contoh bahwa lingkungan yang memberikan kesempatan dapat membantu penyandang disabilitas untuk tumbuh lebih mandiri,” ucapnya.

Menurut dia, semangat inklusivitas perlu diperluas agar kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada usaha mandiri dan UMKM, tetapi juga terbuka di perusahaan, industri, perkantoran serta berbagai sektor formal lainnya.

“Saya mendorong dunia usaha di Kota Bekasi untuk membuka kesempatan lebih luas bagi mereka agar bisa bekerja di sektor formal. Berikan ruang, kesempatan dan lingkungan kerja yang mendukung sehingga mereka dapat menunjukkan kemampuan serta berkontribusi secara mandiri,” ujarnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran