Sekolah Pulih Pendidikan Bangkit
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Lubuk Basung - Ruang-ruang kelas yang sempat terdampak bencana perlahan kembali ditata. Dinding diperbaiki, bagian bangunan yang rusak dipulihkan, dan sekolah disiapkan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan lebih aman dan nyaman.
Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, proses itu kini memasuki tahap akhir. Sebanyak 36 sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi direvitalisasi melalui bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri mengatakan, progres revitalisasi secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 50 persen. Dari 36 sekolah tersebut, 15 sekolah telah rampung 100 persen, sementara sekolah lainnya masih dalam proses pengerjaan.
"Dari 36 sekolah yang direvitalisasi, 15 sekolah telah selesai 100 persen dan sisanya bobot pekerjaan di atas 50 persen," kata Andri didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Deputra Ariandi di Lubuk Basung, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (24/9).
Ke-36 sekolah itu terdiri atas 16 Kelompok Belajar (KB) dan TK, 15 SD, serta lima SMP.
Pada jenjang KB dan TK, sebanyak 10 sekolah telah selesai seluruhnya.
Sekolah tersebut yakni KB Harapan Bunda Palupuh, TK Aba Bunga Tanjung, TK Muhammadiyah Maninjau, TK Aisyiyah Gumarang, TK Al Hidayah Balingka, TK Baiturahman Ampek Nagari, TK Harapan Ayah Bunda Ampek Nagari, TK Darussalam Muaro Putih, TK Nurul Iman Gadih Angik dan TK Babusalam Palembayan. Enam sekolah lainnya masih dalam pengerjaan dengan bobot sekitar 75-95 persen.
Pada jenjang SD, empat dari 15 sekolah telah rampung 100 persen. Keempatnya yakni SDN 04 Sungai Rangeh, SDN 19 Koto Tinggi, SDN 17 Gobah, dan SDN 19 Pasir Tinggi. "11 unit sekolah lainnya dengan bobot pekerjaan 75,65-96 persen," kata Deputra Ariandi.
Sementara pada jenjang SMP, SMP 2 Tanjung Raya telah menyelesaikan revitalisasi. Empat sekolah lainnya masih dalam pengerjaan dengan bobot 60-98 persen.
Pemkab Agam berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan. Dengan demikian, seluruh sekolah penerima bantuan bisa kembali digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Revitalisasi tersebut didukung dana bantuan pemerintah dari Kemendikdasmen sebesar Rp25,04 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk 16 KB dan TK sebesar Rp6,78 miliar, 15 SD sebesar Rp8,15 miliar, serta lima SMP sebesar Rp10,10 miliar.
Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, pemulihan sekolah menjadi bagian dari upaya mengembalikan ruang belajar yang aman setelah bencana. Gedung yang layak diharapkan dapat mendukung kenyamanan peserta didik sekaligus menjaga proses pembelajaran tetap berjalan. (gin)
Editor : Inilahkoran

