Ruang Tumbuh Generasi Bangsa

Ruang Tumbuh Generasi Bangsa
SEKOLAH RAKYAT: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan guna memperluas akses pendidikan.(ANTARA/HO-KEMENTERIAN PU)

INILAH, Jakarta - Sekolah bukan sekadar tempat anak-anak duduk di ruang kelas dan menerima pelajaran. Di dalamnya ada ruang untuk tumbuh, tinggal, berinteraksi, dan menyiapkan langkah menuju masa depan.

Ruang-ruang itu kini tengah dibangun di Sulawesi Selatan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun sembilan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (24/9).

Sembilan Sekolah Rakyat tersebut tersebar di Kota Makassar serta Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Takalar, Sinjai, dan Bone. Seluruhnya dirancang untuk menampung hingga 11.340 siswa.

Pembangunan itu terbagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup lima lokasi di Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru dengan total kapasitas 6.300 siswa. Hingga 21 September 2026, progres fisiknya mencapai 95,21 persen.

Paket kedua mencakup empat lokasi di Makassar, Takalar, Sinjai, dan Bone dengan kapasitas 5.040 siswa. Progres fisiknya telah mencapai 98,28 persen. Makassar, Takalar, dan Sinjai bahkan telah mencapai 100 persen, sedangkan Bone mencapai 93,45 persen.

Salah satu pembangunan berada di Kabupaten Barru, tepatnya Kecamatan Soppeng Riaja. Sekolah Rakyat di lokasi tersebut berdiri di atas lahan 7,93 hektare dengan luas bangunan 27.474 meter persegi. Kapasitasnya mencapai 1.260 siswa dengan progres pembangunan 95,34 persen.

Sekolah Rakyat tidak dirancang hanya sebagai deretan ruang kelas. Kawasannya dibangun sebagai lingkungan pendidikan terpadu yang menggabungkan tempat belajar, hunian, hingga berbagai fasilitas penunjang.

Setiap lokasi dilengkapi tiga gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Tersedia pula delapan asrama siswa putra dan putri, dua rusun guru, kantin dan dapur, gudang, gedung serbaguna, rumah ibadah, guest house, serta fasilitas olahraga.

Lapangan olahraga juga menjadi bagian dari kawasan tersebut. Pada Paket Sulsel 2, fasilitasnya meliputi lapangan bola, basket/voli, lapangan upacara, dan mini soccer untuk Sekolah Rakyat Makassar, Takalar, dan Sinjai. Sementara Sekolah Rakyat Bone dilengkapi lapangan bola.

Jika seluruhnya rampung, sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan akan berdiri di atas total lahan 69,92 hektare dengan luas bangunan sekitar 280.439 meter persegi. (gin)


Editor : Inilahkoran