Jamkrindo Jamin Pembiayaan Rp4,72 Triliun: Tumbuh Tanpa Rasa Takut
PARA pelaku UMKM di Cirebon kini punya 'napas baru' untuk menata mimpi mereka melalu kredit dari PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Maman Suharman
Di balik angka Rp4,72 triliun yang dicatatkan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Cabang Cirebon hingga Agustus 2026, ada 56.622 kisah perjuangan pelaku UMKM.
Lewat program penjaminan ini, Jamkrindo hadir bukan sekadar sebagai lembaga finansial, melainkan sebagai "jembatan aman" yang menghubungkan para pedagang kecil dan pengusaha lokal dengan akses permodalan yang selama ini sulit mereka jangkau.
Capaian di Cirebon ini merupakan bagian dari geliat ekonomi yang lebih besar di bawah Kantor Wilayah Bandung, yang secara total telah memayungi 259.897 debitur UMKM dengan total penjaminan menyentuh Rp21,9 triliun.
Di garda terdepan, Produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menjadi penopang utama yang paling banyak diandalkan masyarakat bawah untuk menyambung dan memperbesar asa usaha mereka.
Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Ardhi Setyarko, mengungkapkan bahwa esensi dari penjaminan ini adalah memberikan ruang aman bagi pelaku usaha untuk tumbuh tanpa dihantui rasa takut gagal mengakses modal.
“Penjaminan merupakan salah satu bentuk dukungan Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ardhi, Kamis (24/9).
Bagi lembaga keuangan (seperti bank), memberikan pinjaman ke sektor UMKM sering kali dinilai berisiko tinggi. Di sinilah Jamkrindo masuk sebagai pelindung.
Dengan memperkuat fungsi mitigasi risiko, Jamkrindo memberikan rasa percaya diri kepada pihak perbankan agar tidak ragu mengalirkan dananya ke warung-warung kelontong, perajin daerah, hingga usaha mikro lainnya.
Manfaat nyata penjaminan ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang ultra mikro. Di sektor konstruksi sipil, dukungan Jamkrindo terbukti mampu mendorong perusahaan lokal untuk naik kelas dan dipercaya menggarap proyek skala nasional.
Salah satu contoh nyatanya adalah PT Sriwijaya Putra Mandiri. Berkat produk penjaminan non-program dari Jamkrindo—seperti Surety Bond dan Bank Garansi—kontraktor ini sukses mengamankan dan menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur penting di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera.
Direktur Utama PT Sriwijaya Putra Mandiri, Irwan Muslim mengatakan, fasilitas Surety Bond dari Jamkrindo membantu perusahaan memenuhi kebutuhan penjaminan saat mengikuti tender maupun dalam pelaksanaan proyek.
“Penjaminan ini memungkinkan kami mengikuti berbagai proyek strategis tanpa membebani arus kas perusahaan untuk agunan tunai, sehingga operasional dan kelangsungan usaha kami tetap berjalan optimal,” kata Irwan.
Sedangkan manfaat pembiayaan juga dirasakan Meylani Agustina, pelaku UMKM produsen kue di Cirebon. Pembiayaan KUR dimanfaatkan untuk menambah modal serta meningkatkan kapasitas produksi usahanya.
“Dengan adanya KUR, saya mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha produksi kue. Modal tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi,” pungkas Meylani. (bsf)
Editor : Inilahkoran

