Apjatel Dorong Migrasi Bertahap Penataan Kabel Kota Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Doni Ramdhani
INILAH, Bandung - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) menegaskan dukungan terhadap program penataan kabel yang dilakukan Pemkot Bandung.
Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar menilai keberhasilan penataan kabel membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengelola infrastruktur, dan seluruh penyelenggara jaringan telekomunikasi.
Menurutnya, hingga Agustus 2026 penataan kabel itu tercatat telah dilakukan di 42 dari target 85 ruas jalan sepanjang tahun ini. Seiring dengan semakin luasnya cakupan pekerjaan, Apjatel mendorong agar proses migrasi dapat dilaksanakan secara terukur, bertahap, terencana, dan terkoordinasi dengan baik.
“Tentu, penataan kabel itu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kesiapan teknis, keselamatan tim di lapangan, kesiapan peralatan, kepastian infrastruktur yang digunakan, serta keberlangsungan layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Jerry di Bandung, Kamis (24/9).
Sebagai asosiasi industri, dia menyebutkan Apjatel kini menaungi 234 anggota. Dengan cakupan tersebut, Apjatel mendorong adanya mekanisme koordinasi yang dapat melibatkan para penyelenggara jaringan secara efektif dalam pelaksanaan penataan, mulai dari tahap perencanaan.
Apjatel menilai keberhasilan migrasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola infrastruktur, operator telekomunikasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi sangat diperlukan untuk dapat mendukung penyelarasan jadwal pekerjaan, kesiapan infrastruktur, aspek teknis, hingga penanganan potensi gangguan di lapangan.
Selain itu, Apjatel juga mendorong agar penataan dapat memanfaatkan infrastruktur pasif bersama seperti Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) sebagai bagian dari solusi penataan yang terintegrasi, sesuai dengan kerangka regulasi yang berlaku.
Jerry meyakini pemerintah dan industri memiliki tujuan yang sama yaitu menghadirkan infrastruktur kota yang lebih tertata sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan telekomunikasi yang berkualitas.
“Kami menegaskan bahwa Apjatel siap menjadi mitra pemerintah melalui dialog dan koordinasi yang konstruktif untuk menyelesaikan tantangan teknis di lapangan,” ujarnya.
Pihaknya pun terus mendorong agar setiap tahapan pekerjaan dapat direncanakan dengan baik agar dapat memiliki waktu pelaksanaan yang realistis dan terukur. Penataan yang dilakukan secara terburu-buru berpotensi meningkatkan risiko gangguan jaringan, pekerjaan ulang, maupun dampak terhadap pelanggan. (dnr)
Editor : Inilahkoran

